News

Ketua Pansus: IKN Insya Allah Bisa Memajukan Kalimantan

Bicara IKN berarti bicara masa depan bangsa


Ketua Pansus: IKN Insya Allah Bisa Memajukan Kalimantan
Ketua DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. (AKURAT.CO/Herry Supriyatna)

AKURAT.CO - Ketua Panitia khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) Ahmad Doli Kurnia mengatakan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara berkaitan dengan masa depan bangsa. 

"Nah, itu. Begini, saya menganggap ketika berbicara pemindahan IKN, itu sama saja kita membicarakan visi masa depan bangsa,"  kata Doli saat ditemui di gedung DPR RI(18/1/2022). 

Doli mengatakan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara bukan hal baru karena sudah diwacanakan sejak masa kepemimpinan Presiden pertama Sukarno. 

baca juga:

"Sebetulnya pemindahan ibu kota bukan hal baru. Pak Soekarno pernah pnya cita-cita IKN pindah ke Palangkaraya. Pak Harto juga pernah bicara pemindahan IKN. Jadi, ketika bicara pemerataan pembangunan, ini harus dilakukan," katanya. 

Doli juga mengambil contoh kota-kota besar di Amerika yang memiliki karakter masing-masing. 

"Saya sendiri mengambil contoh begini, di Amerika tidak hanya dikenal new York, org kenal Amerika dr sisi bisnis di new York, Ibu Kota di Washington DC, mau soal sinema ada di LA, mau bicara sekolah bagus itu di Boston. Mau bicara teknologi ada di San Fransisco. Jadi, semua kota punya karakteristik. Nah, Indonesia cuma punya Jakarta dan Bali," tambah Doli. 

Sementara itu, Politisi Partai Golkar tersebut juga mengatakan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk satu persen setiap tahun yang berpusat di Jawa dan Jakarta saja yang berakibat tidak meratanya pembangunan. 

"Kalau kita cuma punya magnet Jakarta, orang yang lahir lalu orientasi ke Jawa dan Jakarta, lama-lama Jawa dan Jakarta tidak kuat menampung itu. Maka kemudian harus disebar. Jadi, yang paling menarik dari pemindahan ibu kota nanti dibangun kota bisnis. Jadi Insyaallah bisa memajukan Kalimantan. Kemudian kita bersama majukan Sumatra, Papua, dan seterusnya," terang Doli. 

Ia menegaskan bahwa pengesahan RUU IKN masih merupakan langkah awal dari proses perpindahan Ibu Kota Negara. 

"Ini adalah baru langkah awal yang pekerjaannya masih panjang. Jadi, enggak ujug-ujug besok kita serahkan UU, kemudian besok jadi pindah, kemudian jadi istananya, jadi semuanya dan kita pindah semua. Ini masih proses panjang, tapi untuk melakukan proses itu kita perlu payung hukum. Nah, payung hukum itulah yg kita mau selsaikan. Namanya UU," terang Doli.[]