Rahmah

Ketua MUI Komentari Isu Mewajibkan Zakat yang Bergulir di Masyarakat

Ketua MUI Komentari Isu Mewajibkan Zakat yang Bergulir di Masyarakat
Asrorun Niam Ketua Fatwa MUI (Humas MUI)

AKURAT.CO Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh menanggapi wacana mewajibkan pembayaran zakat oleh muzaki yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Niam menyebut memang zakat merupakan sebuah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, kata dia, undang-undang terkait zakat hingga hari ini belum menjangkau pewajiban terhadap wajib zakat.

Nian juga menyebut MUI telab mengeluarkan fatwa soal pengelolaan zakat dan dapat digunakan sebagai panduannya.

baca juga:

“Fatwa zakat sebagai pedoman dan panduan bagi regulator, pemerintah, lembaga amil zakat dan juga bagi masyarakat,” kata dia dikutip melalui MUIDigital, Senin (5/11).

Niam menambahkan bagi Amil Zakat, disamping fatwa-fatwa MUI dijadikan panduan, juga keberadaan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang harus bisa memahami fatwa dalam hal pengelolaan zakat tersebut.

“Untuk kepentingan itu, MUI telah mengkonsolidasi aspek kompetensi dan keberadaan DPS dalam upaya melakukan pengawasan syariah di lembaga amil zakat,” paparnya.

Pria yang juga merupakan Ketua Deputi Kepemudaan Kemenpora itu mengatakan, MUI juga menginisiasi pertemuan tahunan yang disebut sebagai muntada sanawi. Setidaknya ada tiga tujuan dari muntada sanawi ini.

“Pertama untuk sosialisasi fatwa-fatwa terkait dengan zakat. Kedua, konsolidasi dan kordinasi pengawasan syariah di dalam pengelolaan zakat,” ujarnya.

Ketiga, muntada sanawi digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dan kewajiban zakat bagi masyarakat yang sudah memenuhi syarat kewajiban zakat.