News

Ketua MUI Bandung Sorot Kegiatan LDII di Ponpes Minhaajurrosyiddin

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Miftah Faridl menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyiddin, Pondok Gede, Jakarta Timur.


Ketua MUI Bandung Sorot Kegiatan LDII di Ponpes Minhaajurrosyiddin
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Miftah Faridl (Istimewa)

AKURAT.CO, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Miftah Faridl menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyiddin, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Ponpes Minhaajurrosyiddin merupakan ponpes yang bernaung di bawah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Miftah Faridl didampingi Anggota Bidang Hubungan Antar Lembaga DPD LDII Kota Bandung  Ucep Himawan dan Asep Permana. Mereka sebelumnya berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. 

Kedatangan Miftah Faridl ke Ponpes Minhaajurrosyiddin disambut Ketua DPP LDII Teddy Suratmadji dan Ketua Ponpes Minhajurrosyiddin Muhammad Asy'ari Akbar. 

Mereka mengajak Miftah Faridl melihat aktivitas pengajian santri, Kampus STAIMI, Padepokan persinas ASAD, pengelolaan sampah mandiri hingga urban farming alias pertanian kota. 

Miftah Faridl yang merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu sempat mengapresiasi proses pembangunan fasilitas dan Masjid Ponpes Minhaajurrosyiddiin yang menurutnya indah. 

"Hari ini saya bisa bersilaturrahim dengan pengurus LDII di Ponpes Minhaajurrosyiddiin. Saya melihat, kegiatan LDII di sini baik untuk dipelajari berbagai pihak. Selain mendidik santri menjadi muslim yang baik, LDII juga bisa membantu masyarakat dalam berbagai hal," kata Miftah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2021). 

Menurutnya, problem di kota salah satunya menyangkut sampah. Jika ada inisiatif pengelolaan sampah seperti di Ponpes Minhaajurrosyidiin,  Miftah Faridl mengatakan, problem sampah di kota-kota bisa berkurang, begitu juga kreativitas yang lain dan usaha yang sudah dirintis LDII perlu dikembangkan. 

Tak hanya sampah, menurutnya ada problem lain yang dihadapi umat saat ini. Selain kurang mengerti agama, kemandirian ekonomi umat saat ini juga kurang. Perjuangan umat muslim saat ini, selain menjadikan umat yang saleh, juga mendorong mereka mandiri secara ekonomi.