News

Ketua MPR: Wawasan Kebangsaan Pemuda Harus Diperkuat


Ketua MPR: Wawasan Kebangsaan Pemuda Harus Diperkuat
Ketua MPR Zulkifli Hasan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan wawasan kebangsaan pemuda harus diperkuat, terutama di tengah kompetisi yang semakin ketat sehingga lahir generasi yang berintegritas, produktif sehingga mencapai Indonesia yang berkeadilan sosial.

"Wawasan kebangsaan generasi saat ini di tengah kompetisi dunia yang semakin ketat, dunia saat ini bukan lagi bulat namun datar karena semua informasi bisa dalam genggaman yang diperoleh melalui telepon genggam," kata Zulkifli dalam pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah, di Palangkaraya, Senin (27/11).

Dia mengatakan, ada tiga poin agar generasi muda memiliki integritas, produktifitas dan keadilan sosial, pertama harus cinta tanah air dan daerah asalnya.

Menurut dia, generasi muda harus mengenal asal muasalnya sehingga tidak menjadi kuli di kampungnya sendiri.

"Dunia sudah menjadi datar karena itu kalau generasi muda Indonesia tidak menyesuaikan diri maka bisa menjadi kuli di kampungnya sendiri. Untuk capai produktifitas maka harus mengerti asal muasal," ujarnya.

Poin kedua menurut dia, generasi muda harus mengerti sejarah perjuangan bangsa Indonesia bahwa kita merdeka karena perjuangan bukan pemberian dari penjajah.

Ketiga menurut dia, cinta tanah air dan mengerti sejarah bangsa tidak cukup untuk menciptakan keadilan sosial sehingga anak muda Indonesia harus memiliki ilmu sehingga bisa mempredikai apa yang akan terjadi kedepan.

Ketua Umum DPP PAN itu menjelaskan bahwa pemuda selain harus memiliki ilmu, perlu cekatan dan memiliki jaringan yang luas.

"Karena itu anak muda harus memiliki daya saing karena memiliki produktifitas tinggi," katanya.

Selain itu dia menilai ada empat masalah utama yang dihadapi bangsa Indonesia yaitu kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi dan ketidak percayaan antar masyarakat.

Dalam hal itu Zulkifli menyoroti makin maraknya ketidak percayaan antar masyarakat yang masih ada padahal bangsa Indonesia lahir karena seluruh rakyat gotong royong mengusir penjajah.

"Kita ini senasib dan sepenanggungan namun saat ini masih ada masyarakat yang saling lapor dan saling hujat," ujarnya.

Dia menekankan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara merupakan alat pemersatu bangsa bukan memecah belah.[]