News

Ketua MPR RI Salurkan Paket Sembako ke Pemulung di DKI Jakarta

Ketua MPR RI Salurkan Paket Sembako ke Pemulung di DKI Jakarta
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/3/2020) (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) dan Relawan 4 Pilar MPR RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako ke berbagai kelompok masyarakat. Kali ini ditujukan kepada para pemulung di sekitaran DKI Jakarta.

"Pemulung merupakan salah satu profesi yang berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan. Sumbangan mereka terhadap perekonomian nasional juga tak bisa diremehkan. Badan Pusat Statistik mencatat, kontribusi dari sektor persampahan, limbah, dan daur ulang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata pertahunnya dikisaran Rp10 triliun atau hampir 1 persen bagi PDB," kata Bamsoet di Jakarta, Sabtu (16/5/20/2020).

Hadir dalam acara tersebut Ketua RW Kelurahan Cipete, Ketua Umum dan Wakil Ketua serta Sekjen Gerak BS Aroem Alzier, Amriyati dan Ratu Dian.

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, kondisi wilayah DKI Jakarta yang masih tinggi penyebaran Covid-19 ditambah masih tingginya ketidakpatuhan warga menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat membuat pemulung rentan terpapar Covid-19.

Ia menyebut, masih banyak dijumpai, warga yang mendapatkan privilese Work From Home (WFH) malah keluyuran ke luar rumah dan menjadi penyebar virus Covid-19.

"Sedangkan bagi pemulung yang mengandalkan pendapatan harian, tak mungkin mereka WFH. Di sisi lain, mereka tetap harus beraktivitas demi menjaga lingkungan tetap bersih. Kesadaran masyarakat DKI Jakarta untuk menjalankan PSBB dengan WFH, akan sangat membantu kehidupan pemulung. Paling tidak, bisa meminimalisir penyebaran Covid-19," tuturnya.

Selain itu, Bamsoet mengingatkan agar perekonomian nasional yang kini sedang terseok-seok bisa segera pulih, kunci utamanya adalah dengan mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. Karena menurutnya, sebesar apapun stimulus ekonomi yang diberikan, jika mata rantai Covid-19 tak segera diputus, tak akan ada artinya.

"Semakin lama virus Covid-19 hidup di Indonesia, semakin sulit perekonomian bisa bangkit. Semakin sulit perekonomian bangkit, semakin sulit juga kehidupan masyarakat," ucapnya.

Ia menuturkan sudah hampir 20 juta warganya di PHK (pemutusan hubungan kerja). Di Australia, 600.000 warganya mengalami nasib serupa. Pun demikian di Indonesia, badai PHK juga sudah berada di depan mata, tercatat hampir 2 juta warga kehilangan pekerjaan.

"Karena itu, mari gotong royong memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Yakni dengan disiplin menjaga kesehatan diri dan keluarga, taat melakukan physical distancing serta memakai masker jika terpaksa harus ke luar rumah. Dari hal sederhana itulah, kita bisa menggairahkan kembali perekonomian nasional, sehingga tak ada lagi warga yang menjadi korban PHK," pungkasnya.[]

baca juga:

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu