News

Ketua MPR Optimis Herd Immunity Terwujud Tahun Ini

Arah dan kebijakan pemerintah sangat jelas


Ketua MPR Optimis Herd Immunity Terwujud Tahun Ini
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat bertamu ke Wakil Presiden Ma’ruf Amin di kediaman resmi Wapres, Jakarta, Selasa (3/8/20210). (Foto: Istimewa) ()

AKURAT.CO, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mendukung penuh langkah Presiden Joko Widodo dalam menggenjot vaksinasi nasional. Bambang optimis herd immunity atau kekebalan komunitas bisa tercapai tahun ini seiring target vaksinasi sebanyak 2 juta dosis per hari pada Agustus ini.

"Saya sangat mendukung apa yang telah dikerjakan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Arah dan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi sangat jelas," ucap dia di Jakarta, Kamis (5/8/21).

Terkait strategi pemerintah mempercepat vaksinasi, Bambang mengatakan dirinya mendapat penjelasan dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat keduanya bertemu di kediaman resmi Wapres, Jakarta, Selasa (3/8/20210). Saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/7/2021), Bambang juga memperoleh penjelasan yang hampir serupa.

Terkait vaksinasi, Kementerian Kesehatan melaporkan sepanjang Agustus 2021 Indonesia akan mendapatkan kiriman 70 juta dosis vaksin Covid-19 dari berbagai merk. Pada 2 Agustus 2021, Indonesia menerima 620 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang merupakan hibah Kerajaan Inggris. Pada 1 Agustus 2021, Indonesia telah menerima 3,5 juta dosis vaksin Moderna yang berasal dari pemerintah Amerika Serikat, hasil kerjasama multilateral dengan skema COVAX Facility.

Sebelumnya, Indonesia juga telah menerima 4.500.160 dosis vaksin dari Amerika Serikat dalam dua tahap. Tahap pertama 3.000.060 dosis vaksin dan tahap kedua 1.500.100. Sehingga jumlah vaksin Moderna dukungan kerja sama Pemerintah AS melalui COVAX Facility yang telah diterima Indonesia adalah 8.000.160 dosis vaksin siap pakai.

Bambang menerangkan, Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa kendala terhambatnya vaksinasi Covid-19 bukan lagi karena masalah haram atau halal vaksin yang diberikan. Melainkan ketakutan warga di swab sebelum vaksinasi untuk memastikan tidak positif sebelum divaksin. Masih ada kekhawatiran warga hasil swab positif, sehingga takut dikucilkan oleh masyarakat sekitar tempat tinggal.

"Terpapar virus Covid-10 bukanlah aib. Jadi bagi tetangga atapun orang di sekitar lingkungan warga yang terkena virus Covid-19, tidak perlu sampai mencap negatif orang yang terkena virus Covid-19. Justru sebagai tetangga, kita wajib memberikan dukungan, Baik berupa pemberian Sembako dan kebutuhan sehari-hari, maupun dukungan semangat dan doa agar yang bersangkutan bisa segera pulih," terang Bamsoet, demikian Bambang Soesatyo disapa.

Dia menekankan, MPR juga mendukung penuh pemberian vaksin Covid-19 dosis ke-3 (booster) kepada para tenaga kesehatan (nakes). Sehingga bisa memberikan perlindungan lebih baik bagi nakes. Mengingat perkembangan virus Covid-19 yang bermutasi menjadi beberapa varian, serta lonjakan kasus positif Covid-19 membuat nakes banyak terpapar Covid-19, meski telah menerima dua dosis Sinovac.

"Pemberian booster merupakan penghargaan sekaligus apresiasi negara terhadap para tenaga kesehatan yang telah berjuang di garda terdepan dalam peperangan melawan Covid-19. Mereka gigih menjaga keselamatan nyawa pasien, walaupun dengan resiko tinggi tertular Covid-19 dan nyawa sendiri taruhannya. Kerja keras, jasa, dan pengorbanan yang telah mereka dedikasikan tidak boleh dilupakan oleh negara maupun masyarakat," pungkas Bamsoet.[]