News

Ketua MPR Dorong Kementan Naikan Upah Petani Penggarap

Bambang Soesatyo berharap Kementerian Pertanian (Kementan) menaikan besaran upah petani penggarap.


Ketua MPR Dorong Kementan Naikan Upah Petani Penggarap
Ketua DPR Bambang Soesatyo (baju putih) saat memberikan pengarahan kepada sejumlah pegiat media sosial dan netizen yang hadir dalam acara Meet Up di gedung Nusantara, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Acara ini untuk memberikan kesempatan kepada para pegiat media sosial untuk bisa bertemu langsung dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap Kementerian Pertanian (Kementan) menaikan besaran upah petani penggarap.

Berdasarkan data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasi Februari lalu mengungkap besaran upah petani penggarap masih jauh dari kata cukup. Bahkan jauh dari besaran standar upah buruh secara nasional. Menaikan upah petani sama artinya dengan meningkatkan kesejahteraan mereka. 

"Meminta Kementan berupaya meningkatkan besaran upah di sektor pertanian penggarap, sebab menurut data Badan Pusat Statistik/BPS per Februari 2021, rata-rata upah petani penggarap di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya Rp1,93 juta, jauh lebih rendah dibandingkan upah buruh nasional sebesar Rp2,86 juta," katanya dalam siaran persnya, Senin (2/8/2021). 

Selain itu, Bamsoet mendesak Kementan memberi bantuan pendampingan dan pendanaan kepada para petani agar bisa meningkatkan produksi. Dengan cara itu, para petani bisa tetap bertahan hidup, meski tekanan ekonomi membuat keadaan semakin sulit. 

Dukungan Kementan terhadap petani penggarap juga bisa diwujudkan dengan memberi bantuan sosial atau subsidi. Bantuan itu harus dipastikan tepat sasaran dan tepat waktu. Sebab, kata dia, kesejahteraan petani merupakan prioritas bersama.

"Sehingga para petani bisa meningkatkan hasil dan daya saing, di samping pemerintah melakukan perbaikan harga di tingkat produksi, dan memperluas jangkauan pasar," katanya. 

Kementan, kata dia, juga harus mengembangkan dan memaksimalkan seluruh potensi petani dalam negeri. Caranya dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan pertanian agar petani benar-benar dapat memaksimalkan hasil produksi, baik secara kuantitas maupun kualitas, serta agar petani juga dapat meningkatkan literasi digitalnya.

"Meminta Kementan juga memberikan bantuan pendampingan dan pendanaan kepada para petani untuk meningkatkan produksi, sehingga para petani bisa meningkatkan hasil dan daya saing, di samping pemerintah melakukan perbaikan harga di tingkat produksi, dan memperluas jangkauan pasar," katanya. [TIM]