News

Ketua Komisi III Minta Mafia Penimbun Obat Covid-19 Ditindak Tegas

Tindakan hukum yang tegas harus dilakukan kepada siapa pun yang mencoba memanfaatkan situasi darurat pandemi.


Ketua Komisi III Minta Mafia Penimbun Obat Covid-19 Ditindak Tegas
Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery dalam rapat kerja bersama Polri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020). (Streaming Facebook DPR RI)

AKURAT.CO, Jajaran Polres Jakarta Barat menggerebek gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan obat-obat Covid-19. Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry meminta para mafia tersebut ditindak tegas.

"Jika dibutuhkan, sebaiknya personil-personil yang melakukan tindakan responsif tersebut diberi reward sesuai aturan yang berlaku," kata Herman kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Politikus PDI-Perjuangan itu menegaskan bahwa tindakan hukum yang tegas harus dilakukan kepada siapa pun yang mencoba memanfaatkan situasi darurat pandemi seperti sekarang demi keuntungan pribadi. Mengingat, kata Herman, sekarang adalah masa-masa sulit, sejumlah penderita Covid-19 terus bertambah.

Menurut Herman, semakin banyak orang yang terpapar berarti kian banyak pula orang yang membutuhkan obat-obatan dan alat kesehatan demi mendukung kesembuhan mereka.

"Di saat seperti ini, ada saja pihak yang mau mereguk keuntungan dengan menimbun obat-obatan serta alat kesehatan hingga harganya melonjak dan sulit diakses masyarakat kelas ekonomi bawah. Saya berharap pihak kepolisian melakukan tindakan hukum tegas kepada para mafia tersebut," tegasnya.

Dia berharap Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menginstruksikan anggotanya di seluruh Indonesia melakukan tindakan serupa. "Harus ada tindakan penjeraan serupa kepada para penimbun obat-obat di masa darurat pandemi ini. Jangan cuma di Jakarta atau kota-kota besar saja, tetapi di seluruh Indonesia sehingga tidak ada ruang gerak lagi bagi para mafia tersebut memanfaatkan situasi darurat pandemi ini," ujarnya.

Dketahui, polisi menggerebek sebuah gudang yang diduga menimbun obat Azithromycin 500 mg di Komplek Pergudangan, Kalideres, Jakarta Barat. Selain Azithromycin, polisi menemukan obat-obatan lainnya, seperti Parasetamol dan Dexamethason.

"Artinya ini barang yang dibutuhkan masyarakat saat ini, khususnya bagi yang menderita Covid. Kami lakukan ini sebagai bentuk pengawasan kami sehingga pendistribusian obat, apalagi sudah masuk dalam barang penting, khususnya dalam penanganan pandemi, ini bisa tersalurkan dengan baik," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo kepada wartawan di Kalideres, Jakarta Barat, Senin (12/7/2021).

Dalam kasus ini, para tersangka dapat dijerat dengan pasal 107 Jo pasal 29 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau pasal 62 ayat 1 Jo pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 14 Jo pasal 5 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.[]