News

Ketua Jakmania Bakal Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya Hari Ini

Ketua Jakmania diperiksa terkait kasus kerumunan suporter Persija di Bundaran HI.


Ketua Jakmania Bakal Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya Hari Ini
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) memberi keterangan kepada wartawan terkait penangkapan 18 orang di Jakarta Pusat yang tidak patuh pada imbauan pembatasan sosial berskala besar, Sabtu (4/4/2020). (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya)

AKURAT.CO, Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa Ketua Jakmania dan manajemen Persija pada Rabu (28/4/2020) hari ini untuk dimintai keterangan terkait kerumunan suporter Persija di Bundaran HI.

"Ketua Jakmania akan kita panggil, kita jadwalkan Rabu besok hadir, kemudian yang satu lagi presiden klub Persija kita undang untuk klarifikasi, sama, kita jadwalkan besok pagi untuk bisa hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (27/4/2021).

Yusri mengatakan Ketua Jakmania dan manajemen Persija dijadwalkan akan dimintai keterangan oleh penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Adapun informasi yang akan digali dari keduanya adalah mengenai indikasi adanya pihak-pihak yang mengorganisir kerumunan Jakmania tersebut.

"Kita ingin tahu sekarang, tim penyidik berusaha mengetahui apakah memang ini terorganisir untuk kumpul ini, karena sudah melanggar protokol kesehatan," tambahnya.

Kepolisian berharap pemanggilan terhadap pengurus Jakmania dan manajemen Persija Jakarta bisa membantu pihak Kepolisian dalam penyelidikan perkara pelanggaran protokol kesehatan saat berkumpulnya ratusan suporter Persija Jakarta di Bundaran HI pada Senin dini hari (26/4).

Kerumunan massa tersebut kemudian dibubarkan kepolisian dan sebanyak 65 Jakmania diamankan untuk dimintai keterangan.

Para Jakmania tersebut mengaku berkumpul di Bundaran HI secara spontan untuk merayakan tim kesayangannya yang keluar sebagai juara Piala Menpora 2021.

Meski demikian polisi kini tengah menyelidiki sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan ajakan yang menimbulkan kerumunan massa tersebut.

Sebanyak 65 Jakmania tersebut dipulangkan setelah polisi melakukan tes cepat dan seluruhnya dinyatakan negatif COVID-19. "Semua 65-nya negatif (COVID-19)," kata Yusri.[]