News

Ketua IKADI Ungkap Kunci Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Indonesia


Ketua IKADI Ungkap Kunci Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Indonesia
Warga keturunan tionghoa menyiapkan menu untuk berbuka puasa di Wihara Dharma Bakti, Jakarta, Sabtu (11/5/2019). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas Muslim Tionghoa dan Yayasan Wihara Dharma Bakti itu bertujuan untuk memupuk rasa kerukunan antar umat beragama. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

AKURAT.CO, Pemahaman agama yang benar dan pemerataan ekonomi dinilai sebagai kunci dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Ahmad Satori Ismail, mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya, sehingga persatuan dan kesatuan harus terus dijaga untuk mewujudkan Indonesia yang damai, besar dan berdaulat.

"Karena awal dari perpecahan baik keluarga, kelompok, terjadi kalau kesenjangan ekonomi itu nampak besar. Lalu berikutnya setiap pemeluk agama itu harus memahami agamanya dengan benar karena setiap agama menginginkan kebaikan. Oleh sebab itu jika mereka memahami agamanya dengan baik, Insya Allah perilakunya juga akan baik," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Selain itu, Satori menilai, masyarakat juga perlu dikuatkan agar tidak menyentuh masalah SARA dan masalah-masalah yang bisa menimbulkan perpecahan, seperti ungkapan-ungkapan yang menyakiti orang lain atau hate speech.

"Bangsa Indonesia sebenarnya adalah bangsa yang baik. Kalau mengerti agamanya dengan baik dan benar sesuai yang diajarkan kitab sucinya, saya yakin akan baik-baik saja. Hanya saja ada sebagian yang tidak mengenal agamanya secara utuh dan hanya memahami secuil saja sehingga bisa sangat ekstrem terhadap yang lain," ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Pria kelahiran Cirebon 6 Desember 1955 itu mengatakan bahwa perlu untuk memberi pemahaman agama yang moderat kepada orang atau kelompok berpaham ekstrem, karena hal ini penting untuk mereduksi penyebaran paham-paham kekerasan.

"Tugas kita adalah memahamkan kepada orang-orang itu tentang agama secara penuh dengan penuh moderat. Kalau di Islam adalah Islam Wasathiyah. Agar semuanya mengerti tentang kemoderatan daripada ajaran agamanya," katanya.

Oleh karena itu, Satori menilai, pentingnya peran segenap komponen bangsa untuk menjaga persatuan dan toleransi yang ada.

"Perlu peran dari pemerintah, peran dari ulama, tokoh masyarakat, orang-orang kaya yang peduli dengan sesamanya, termasuk juga peran dari ormas-ormas termasuk juga peran dari media. Supaya ikut menebarkan kebaikan-kebaikan jadi tidak menyebarkan hoaks atau kebencian-kebencian kepada yang lain," ungkapnya.

Satori menyampaikan bahwa pemerintah perlu untuk mengayomi semua kalangan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai yang diamanatkan dalam UUD 1945 dan juga membuat aturan yang kira-kira tidak meresahkan bangsa Indonesia.

"Aturan yang membuat bangsa ini tenang, aman, merasa hidup ini dilindungi oleh suatu pemerintahan yang berkuasa itu," ujar anggota Dewan Syariah Nasional MUI itu.

Selain itu, Satori menuturkan, perlunya peran dari lembaga pendidikan untuk menanamkan kebaikan dan toleransi kepada segenap anak bangsa untuk menciptakan Indonesia yang damai.

"Pendidikan sangat penting. Semua lembaga pendidikan baik itu formal maupun non-formal, swasta atau pun negeri itu seluruhnya harus berperan untuk bisa menanamkan kedamaian dalam berbangsa, menanamkan kedamaian dalam hidup. toleransi bukan saja antar mazhab, antar suku, tetapi juga toleransi antar umat beragama," katanya.

Sumber: ANTARA