News

Ketua Geng Motor Independen 'Pepet Bacok' Tewas Didor Polisi


Ketua Geng Motor Independen 'Pepet Bacok' Tewas Didor Polisi
Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana Saputra saat membawa jenazah ketua geng motor Independen di RS POLRI Kramat Jati, Jumat (1/11/2019). (AKURAT.CO/Gerdiansyah)

AKURAT.CO, Ketua geng motor tewas di tangan anggota Polsek Kalideres. Pria berinisial J itu tewas saat mencoba melawan petugas yang akan menangkapnya di daerah Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (1/11/2019) dini hari. 

Tewasnya pria berusia 35 tahun itu disebut Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana Saputra sebagai hadiah dari aksi kejinya bersama komplotan. 

"Mereka menamakan diri geng motor Independen. Hampir setiap hari dari aksi mereka selalu melukai korbannya dengan menggunakan senjata tajam. Ada lima laporan polisi yang korbannya dibacok, dianiaya dan dirampas motornya," ujar Indra saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jumat (1/11/2019) petang. 

baca juga:

Setiap beraksi tidak kurang dari 20 orang dan 10 kendaraan konvoi dan melukai siapa saja yang ditemui. Mereka juga mengincar motor dan handphone untuk kemudian dijual. 

Anak buah J nyatanya lebih dulu ditangkap pada Jumat (25/10/2019) lalu. Mereka diantaranya berinisial RA, NA, PB, SY dan ED. Dari keterangan mereka, penangkapan sang ketua dilakukan. 

"Semuanya warga dari Cengkareng. Jumat dini hari, ketua geng motor, diketahui memang mau beraksi. Nah mereka selalu bawa sebilah celurit, dan kita kejar saat itu. Pas mau dittangkap pelaku melawan petugas dan ditindak tegas terukur terhadap ketua geng motornya, " jelas Indra.

Independen Pakai Modus Pepet Bacok 

Dengan komplotan yang terbilang banyak, aksi geng motor Independen terbilang sadis. Mereka tidak segan untuk melukai korbannya dengan sajam. Lima laporan polisi yang ditujukan ke Polsek Kalideres, para korban menderita sejumlah luka bacok. 

"Mereka bergerombol, berkelompok mencari korban dengan cara dipepet. Pas tahu korban lemah, ya bisa aja langsung dibacok, bisa juga dtendang korban sampe jatuh. Saat jatuh, motor sama handphone dirampas dan bawa kabur," jelasnya.

Dua bulan beraksi, Indra sudah mengantongi korban yang mencapai 10 orang. Untung dari sekian banyak korban tidak ada yang meninggal dunia. 

"Sejauh ini dua bulan terakhir mengambil 10 unit motor. Baru 3 unit yang baru diamankan. Sisanya dijual dan hasil dibagi-bagi,"ungkapnya. 

Satu unit motor dibanderol oleh J dengan harga Rp 3,5-4juta," imbuhnya.[]