News

Ketua DPRD DKI Protes Revitalisasi Halte Bundaran HI

Ketua DPRD DKI Protes Revitalisasi Halte Bundaran HI
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memberikan keterangan pers usai memimpin sidang Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) terkait tiga nama calon Penjabat (Pj) Gubernur pengganti Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/9/2022). Rapimgab yang dihadiri oleh pimpinan sembilan fraksi memutuskan tiga nama yang akan diberikan kepada Menteri Dalam Negeri, yakni Heru Budi Hartono, Bahtiar, dan Marullah Matali. Dalam pemungutan suara untuk mencari Pj Gubernur DKI pengganti Anies Baswed (Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Protes sejarawan terkait pembangunan dan revitalisasi halte Tosari-Bundaran HI direspons Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Pras, sapaan akrabnya, geram lantaran revitalisasi halte itu menutupi pandangan jauh terhadap patung monumen selamat datang di Bundaran HI karya Presiden Soekarno. 

Pras lalu mengutip pernyataan proklamator Soekarno untuk jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. 

"Harusnya pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjaga dengan baik wejangan tersebut dalam pelaksanaan pembangunan termasuk revitalisasi halte Transjakarta Bundaran HI," ujar Pras dalam keterangannya, Selasa (4/10/2022). 

baca juga:

Dia mengatakan, betapa bangganya masyarakat Indonesia dan pemerintah Indonesia saat monumen itu dibangun dulunya. Patung sepasang manusia yang sedang menggenggam manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan itu bukan sekedar pajangan. 

"Namun lebih kepada bahwa Indonesia pantas diperhitungkan di kancah dunia dengan kesiapannya menggelar perhelatan pesta olahraga se-Asia yang ke-4," ungkapnya. 

Dengan fakta itu, kata dia, dipertanyakan alasan pembangunan atau revitalisasi halte Tosari-Bundaran HI yang menghalangi pandangan jauh patung selamat datang mahakarya Soekarno itu. 

"Dengan gambaran sejarah tersebut, kemudian apa sepadan jika arah tepat lambaian tangan sepasang manusia pada monumen selamat datang sengaja dihalangi dengan alibi revitalisasi," ungkapnya. 

Dia memastikan akan memanggil instansi terkait maupun BUMD pemilik aset untuk menjelaskan hal itu. Apalagi, kata dia, banyak pihak yang kecewa dengan revitalisasi yang menghalangi pandangan jauh ke patung tersebut. 

"Cepat atau lambat, sebagai pimpinan DPRD Provinsi DKI Jakarta saya akan memanggil PT Transjakarta dan SKPD terkait untuk menjelaskan pelaksanaan revitalisasi halte transjakarta yang nyatanya sudah banyak mengecewakan banyak pihak itu," ungkapnya. []