News

Ketua DPRD DKI Kesal Soal Anggaran Sumur Resapan di RAPBD 2022, Ini Katanya!

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku benar-benar geram dengan anggaran program sumur resapan yang tetap muncul di RAPBD DKI tahun 2022.


Ketua DPRD DKI Kesal Soal Anggaran Sumur Resapan di RAPBD 2022, Ini Katanya!
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku benar-benar geram dengan anggaran program sumur resapan yang tetap muncul di RAPBD DKI tahun 2022. Padahal, katanya, program itu sama sekali tak memberi manfaat kepada masyarakat Jakarta, terutama dalam hal penanganan banjir di ibu kota. 

Dia menyampaikan, program andalan Pemprov DKI dalam hal penanganan banjir itu justru merusak. Lokasi pembangunan yang tidak tepat justru membuat infrastruktur kota menjadi rusak. 

"(Sumur resapan) itu enggak ada gunanya, sekarang coba lihat sendiri apakah itu bisa maksimal? Enggak, ternyata merusak semua yang ada," ucap Prasetyo Edi di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (13/1/2022) kemarin.

baca juga:

Sebagai Ketua Badan Anggaran DPRD DKI, dirinya mengaku telah menghapus anggaran sumur resapan dari RAPBD DKI tahun 2022 pada beberapa waktu lalu. Menurut dia, dirinya berhak untuk mencoret anggaran itu lantaran dalam pelaksanaannya tidak maksimal. 

Karena itu, dia menolak rencana Pemprov DKI yang ingin memasukkan lagi alokasi anggaran untuk program sumur resapan apda tahun 2022. Dia berujar, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah APBD DKI 2022 sudah disahkan pada November 2021.

"Enggak boleh dimasuk-masukkan lagi. Kalau dimasukkan lagi itu siluman," katanya.

Seperti diketahui, polemik program sumur resapan menuai kontroversi lantaran dianggap tak memberi kontribusi besar dalam pengendalian banjir di Jakarta. Tetapi, pada 2021, Pemprov DKI membangun 21 ribu sumur resapan di Jakarta. 

Polemik sumur resapan lantas menjadi isu politik di DPRD DKI. Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bahkan menggulirkan hak angket untuk mengusut penggunaan anggaran pembuatan sumur resapan. Gagasan itu mentah tanpa sambutan fraksi lain. []