News

Ketua DPD Harap Vaksinasi Covid-19 Tidak Dikomersilkan

LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap semua orang mendapatkan akses vaksinasi dan dalam prosesnya tak ada komersialisasi.


Ketua DPD Harap Vaksinasi Covid-19 Tidak Dikomersilkan
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan para pelaku usaha jasa konstruksi untuk siap memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah Gapeknas (Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional) Jawa Timur, Minggu (18/10/2020) (Istimewa)

AKURAT.CO, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap semua orang mendapatkan akses vaksinasi dan dalam prosesnya tak ada komersialisasi yang bakal memberatkan masyarakat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (2/4/2021), LaNyalla mengatakan saat sesuatu menjadi kebutuhan mendesak, acapkali ada yang memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis, situasi inilah yang mesti diantisipasi.

"Contohnya, bisnis PCR yang sudah memberatkan masyarakat," kata LaNyalla.

LaNyalla mengingatkan kepada semua pihak agar tak bermain-main dalam program vaksinasi dalam rangka menciptakan kekebalan tubuh kelompok di masa pandemi COVID-19.

"Masyarakat jangan disuguhi drama keributan mengenai vaksin agar semua berjalan kondusif," kata dia.

Mantan Ketua Kadin Jatim itu juga mendorong agar data penerima vaksin transparan. Sebab, ada masyarakat yang mengadu karena terdaftar di dua instansi berbeda.

"Masyarakat masih kebingungan dengan data vaksinasi, sebab yang mengadukan terdaftar di dua instansi. Misalnya, di tingkat RT didaftarkan, di kantor juga didaftarkan," ucapnya.

LaNyalla meminta agar data tersebut disinkronkan secara transparan agar mereka yang berhak menerima vaksin bisa mendapatkannya.

"Jangan sampai ada dobel penerima vaksin yang pada akhirnya banyak kelebihan sisa. Tentu hal tersebut menjadi potensi untuk disalahgunakan, utamanya dalam bisnis vaksin," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah telah merancang peta jalan pemberian vaksin COVID-19, dimana masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya masuk dalam pemberian vaksin tahap ketiga setelah pekerja sektor publik dan masyarakat lanjut usia.[]

Sumber: Antara

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu