Lifestyle

Ketua CHEPS: Dampak Diabetes Mellitus Bisa Gerus Keuangan BPJS Kesehatan

Ketua CHEPS: Dampak Diabetes Mellitus Bisa Gerus Keuangan BPJS Kesehatan
Makanan yang baik dikonsumsi penyandang diabetes (Freepik)

AKURAT.CO Penyakit kencing manis atau lebih dikenal dengan diabetes mellitus (DM) saat ini diklaim sebagai bom waktu pembunuh bagi para pengidapnya. Jika tidak ditangani serius, pengidap bisa mengalami kerusakan organ tubuh yang sangat vital seperti jantung, hati, pankreas, dan ginjal.

Ketua Center for Health Economics and Policy Studies (CHEPS) Universitas Indonesia, Budi Hidayat mengatakan, di tengah gaya hidup serba daring, dimana seseorang bisa melakukan beragam kegiatan tanpa bergerak sama sekali, potensi risiko terkena DM sangat besar.

”DM yang dulu hanya diidap oleh lansia, kini mulai menjangkiti generasi muda. DM yang disebabkan oleh gaya hidup ini dalam dunia medis disebut sebagai DM tipe 2,” kata Budi Hidayat dalam webinar bertajuk Media Briefing ‘The Economic Burden of Diabetes and The Innovative Policy’, sebagaimana dalam keterangan ke media, Selasa (17/11/2020).

baca juga:

Menurut Budi, dampak dari Diabetes Melitus tipe 2 bisa menggerus keuangan dari BPJS Kesehatan, jika peserta tidak ditangani dengan sangat serius. Karenanya, diperlukan studi khusus dan mendalam, sementara diperlukan pula perubahaan regulasinya oleh pemerintah.

Budi menambahkan, penanganan diabetes di JKN mengeluarkan biaya yang tinggi dengan mayoritas pembiayaan digunakan untuk menangani komplikasi, mengingat 57 persen pasien Diabetes tipe 2 memiliki satu atau lebih komplikasi.

Kemudian, 74 persen pembiayaan diabetes digunakan untuk mengobati komplikasi terkait diabetes dan biaya untuk mengobati komplikasi dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan nonkomplikasi.

“Jika tidak dilakukan intervensi yang tepat sejak dini, maka penanganan diabetes di pelayanan kesehatan diestimasikan mencapai Rp199 Triliun dan pembiayaan untuk komplikasi sendiri mencapai Rp142 Triliun dari Rp199 Triliun,” papar Budi.

Lebih lanjut, ada upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan komplikasi dan menekan pembiayaan komplikasi pada diabetes.

“Yaitu, mencegah terjadinya komplikasi pada orang yang sudah terdiagnosa diabetes dengan terapi optimal dan mencegah terjadinya diabetes pada orang yagn belum memiliki risiko diabetes,” terangnya.

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu