Rahmah

Ketua BPET MUI Menegaskan, Islam Wasatiyyah Solusi Umat Islam Indonesia

Agama merupakan kaidah penurun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara


Ketua BPET MUI Menegaskan, Islam Wasatiyyah Solusi Umat Islam Indonesia
Halaqah BPET MUI di Hotel Grand Syahid Jakarta (BPET MUI)

AKURAT.CO, Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI), Muhammad Syauqillah, berpandangan bahwa terorisme yang terjadi di belahan dunia, termasuk di Indonesia, telah banyak menimbulkan kerugian, baik jiwa, harta, maupun masalah psikologis masyarakat secara umum.

Ia juga menyatakan, sebagai badan dalam naungan MUI yang fokus terhadap penanggulangan ekstremisme dan terorisme, BPET MUI memiliki kepentingan untuk terlibat dalam pencegahan hal yang merugikan negara dan bangsa itu.

“Melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2004 tentang Terorisme, BPET MUI memiliki kepentingan untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulangan radikal-terorisme, yang salah satunya dengan melakukan penguatan wawasan kebangsaan dan keummatan,” kata Syauqillah dalam sambutannya pada acara ‘Optimalisasi Islam Wasathiyah dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme’, di hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (26/01).

baca juga:

Ia juga menyatakan bahwa halaqah tersebut diselenggarakan dengan maksud supaya cara pandang masyarakat dalam memahami agama sejalan dengan esensi dari Islam itu sendiri, sebagai agama yang menjunjung tinggi martabat umat manusia dan membangun kemaslahatan, keadilan, toleransi, dan taat pada konstitusi.

Selain itu, Syauqillah juga mengatakan bahwa kerja-kerja pencegahan terorisme dan ekstremisme bukan saja merupakan tugas TNI-Polri dan Pemerintah, tetapi juga tugas semua elemen bangsa.

“Kerja-kerja kontra narasi/ideologi bukan semata tugas TNI-Polri dan pemerintah, tetapi juga tugas ulama, agamawan, cendekiawan, tokoh dan segenap elemen bangsa,” katanya.

Cara pandang BPET MUI, kata Syauqillah, agama merupakan kaidah penurun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, lembaga yang berada di bawah MUI itu komitmen ketaatan pada pemerintahan yang sah, sepanjang kebijakannya untuk kemaslahatan umat dan sejalan dengan konstitusi negara.

Selain itu, Syauqillah meyakini, bahwa salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi ragam tantangan kebangsaan tersebut dengan melakukan optimalisasi penguatan Islam  wasathiyah (moderat) di semua level.

Yang paling penting bagi Syauqillah, bahwa Islam wasatiyyah menjadi jalan bagi umat Islam Indonesia untuk mengejawantahkan ajaran agama yang inklusif, bersatu dan berkeadaban.

Islam wasathiyah bisa menjadi solusi bagi umat Islam Indonesia dan dunia untuk mewujudkan kehidupan beragama yang berkemajuan, toleran, membentuk kehidupan kemasyarakatan yang damai dan saling menghargai, mengejawantahkan ajaran agama yang inklusif, bersatu dan berkeadaban, serta menciptakan kehidupan kenegaraan yang demokratis,” pungkasnya.[]