Ekonomi

Ketua Banggar: Perlu Reorientasi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Ketua Banggar: Perlu Reorientasi Penopang Pertumbuhan Ekonomi
Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah (DOK. HUMAS DPR RI)

AKURAT.CO Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai perlu reorientasi penopang pertumbuhan ekonomi dengan mempersiapkan sektor andalan baru selain sektor komoditas.

"Dunia telah berubah dengan cepat, inovasi teknologi telah sedemikian cepat pula. Tidak selamanya kita bertumpu pada hasil hasil komoditas sebagai penopang pertumbuhan ekonomi seperti masa lalu," ujar Said melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Menurut Said, reorientasi penopang pertumbuhan ekonomi harus dilakukan pada 2022 hingga 2024, caranya dengan menyiapkan exit strategy merambah sektor baru yang padat modal, teknologi, sekaligus tenaga kerja untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

baca juga:

Politisi senior PDIP itu menuturkan, pemulihan ekonomi nasional harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat industri dalam negeri.

Selain memaksimalkan hilirisasi produk komoditas, pemerintah perlu memilih industri unggulan sebagai topangan ke depan. Sebab, tidak semua sekaligus bisa dikerjakan oleh pemerintah.

"Setidaknya kita mampu mengurangi berbagai komoditas impor yang memberi kontribusi besar pada defisit transaksi berjalanan nasional," kata Said dilansir dari Antara.

Dalam RPJMN 2020-2024, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2022 ditargetkan sebesar 5,4 persen (rendah), 5,7 persen (sedang), dan 5,9 persen (tinggi). Sedangkan pada 2023 target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen (rendah), 5,9 persen (sedang) dan 6,2 persen (tinggi). Sementara target pertumbuhan ekonomi pada 2024 sebesar 5,5 persen (rendah), 6,1 persen (sedang) dan 6,5 persen (tinggi).

"Saya kira, asumsi pertumbuhan ekonomi pada rentang 2022-2024 yang dibuat sebelum pandemi Covid-19 ini masih cukup relevan untuk dijadikan acuan, terutama pada range rendah," ujar Said.

Asumsi tersebut masih mengandalkan pada tumpuan sektor komoditas. Terlebih adanya tren penggunaan nikel sebagai komoditas bagi penopang industri otomotif dan elektronik dunia dan program konversi biodiesel yang ditopang oleh sawit.

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu