News

Ketua Banggar Minta Pengadaan Gorden Rumdin Rp43,5 M Dibatalkan: Semua Anggota Malu!

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendorong pengadaan gorden untuk rumah dinas (rumdin) anggota DPR senilai Rp43,5 miliar dibatalkan.


Ketua Banggar Minta Pengadaan Gorden Rumdin Rp43,5 M Dibatalkan: Semua Anggota Malu!
Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah (DOK. HUMAS DPR RI)

AKURAT.CO Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mendorong pengadaan gorden untuk rumah dinas (rumdin) anggota DPR senilai Rp43,5 miliar dibatalkan.

"Hemat saya selaku Ketua Badan Anggaran DPR RI alangkah baiknya jika kemudian dengan tegas mengatakan ke publik bahwa Rp43,5 miliar itu untuk gorden rumah jabatan anggota DPR dibatalkan saja," kata Said kepada wartawan pada Kamis (12/5/2022).

Said menilai, penolakan mengenai transparansi dan persoalan proses pelelangan bukanlah hal yang diinginkan oleh masyarakat, namun mengenai besarnya jumlah anggaran yang harus dikeluarkan. 

baca juga:

"Menurut hemat saya, melihat kecenderungan masyarakat terhadap gorden 40 rumah jabatan anggota DPR Rp43,5 miliar. Dari sisi proses transparansi semua terpenuhi, namun sekarang sudah menjadi pro dan kontra, bukan masalah transparansi, bukan persoalan proses yang terjadi dalam pelelangan. Namun seakan-akan dalam tanda kutip ini melukai hati masyarakat kita di tengah pandemi," papar dia.

Politikus PDIP itu merasa bertanggungjawab terhadap proses pengadaan tersebut. Bahkan dirinya menilai tidak ada manfaat dari pergantian gorden yang semata-mata hanya menghabiskan uang rakyat. 

"Karena pada akhirnya tidak memenuhi manfaat dan bahkan kalau kalau setiap anggota ditanya pasti juga tidak tahu proses itu yang terjadi, bagaimana proses yang terjadi di penganggaran barang kali saya sebagai Ketua Banggar besarannya pasti tahu dan saya ikut bertanggung jawab, dan kemudian proses satuan tiganya di Kesekjenan dengan BURT," ucapnya. 

Said juga menilai, anggota DPR pasti akan merasa malu ketika ditanya tentang kepemilikan gorden rumah dinasnya tersebut. Maka dari itu, dirinya secara tegas menolak pengadaan tersebut. 

"Kemudian itu, anggota juga kalau ditanya tentang gorden rumah jabatan juga akan malu bagi setiap anggota akan memalukan, batalkan, batalkan, dan batalkan proyek gorden Rp43,5 miliar," pungkasnya. []