News

Ketimbang PTM, Fadli Zon Usul Kemendikbudristek Lakukan Vaksinasi Berbasis Sekolah

Jika pada fase uji coba saja hasilnya justru memunculkan klaster baru


Ketimbang PTM, Fadli Zon Usul Kemendikbudristek Lakukan Vaksinasi Berbasis Sekolah
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendengarkan penjelasan dari terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani saat melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11). Pertemuan tersebut guna menyampaikan perkembangan kasus dan rencana mengundang Fadli Zon hadir dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung pada 14 November mendatang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Adanya wacana pemerintah membuka opsi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli mendatang mendapat respon dari Politikus Partai Gerindra Fadli Zon.

Fadli Zon mengusulkan lebih baik memperkuat terobosan vaksinasi berbasis sekolah ketimbang membuka PTM untuk anak sekolah. 

"Usul saya, ketimbang mengagendakan PTM, sebaiknya Pemerintah melakukan terobosan kebijakan vaksinasi dengan melakukan vaksinasi berbasis sekolah. Pemerintah, melalui @Kemdikbud_RI punya data siswa lengkap," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @fadlizon pada Senin (14/6/2021).

Menurutnya, Kemendikbud akan memliki data siswa yang lengkap ketimbang data kependudukan. Sehingga seharusnya Pemerintah tak akan menghadapi kendala jika melakukannya.

"Lakukanlah vaksinasi di sekolah-sekolah, kepada guru dan siswa. Nah, sekolah-sekolah yang 100 persen guru dan siswanya telah selesai divaksinasi, baru diperbolehkan melakukan PTM," kata dia.

Fadli Zon menilai sesudah pemerintah melakukan vaksinasi kepada PNS (Pegawai Negeri Sipil), TNI/Polri, dan ASN (Aparat Sipil Negara) secara umum, Pemerintah kehilangan arah terkait kebijakan vaksinasi. 

"Vaksinasi kepada lansia, saya lihat, basisnya tidak lagi jelas. Ada yang didata per kampung, ada juga yang dianjurkan datang ke kantor-kantor Pemda," paparnya.

Hal ini kata dia terkesan serabutan. Maka, daripada vaksinasi dilakukan tanpa pola semacam itu, mulailah kebijakan vaksinasi berbasis sekolah. 

"Obyeknya guru dan siswa. Selesaikan hal ini hingga akhir tahun 2021. Di tengah pandemi ini, selain tenaga kesehatan, keselamatan anak-anak dan para guru, saya kira juga harus sangat diprioritaskan," katanya.

Ia pun sangat menyesalkan kenapa kebijakan itu terus-menerus digaungkan Pemerintah di tengah situasi masih tingginya risiko penyebaran Covid-19 di kluster sekolah.

"Ingat, pada 10 Juni kemarin kasus Covid-19 kembali melonjak hingga 8.892 kasus. Ini adalah lonjakan tertinggi sesudah bulan Maret lalu. Dan hingga hari ini angkanya tidak pernah turun dari angka 6 ribu kasus baru," kata dia.

Fadli Zon merasa jumlah kasus baru yang tercatat itu belum tentu menggambarkan situasi riil di lapangan, mengingat jumlah tes kita dan jumlah spesimen yang diperiksa tiap harinya, angkanya masih sangat rendah.

"Apalagi, dua minggu sesudah lebaran, ada kenaikan kasus yang sangat signifikan, yaitu sebesar 56,6 persen. Ini harus jadi catatan betul bagi Pemerintah, karena lonjakan kasus ini terjadi di berbagai tempat," tuturnya.

Lebih lanjut, mengingat kembali fase uji coba PTM yang dilakukan oleh Kemendikbud di bulan April yang ditemukan klaster di Sekolah.

"Klaster Covid-19 justru ditemukan di sejumlah sekolah yang melakukan belajar tatap muka. Salah satunya terjadi di SMA Negeri 1 Padang, Sumatera Barat. Tak lama setelah PTM diaktifkan, 43 siswa didapati positif Covid-19," katanya.

"Jika pada fase uji coba saja hasilnya justru memunculkan klaster baru, apalagi jika pada Juli nanti diberlakukan secara massif. Saya khawatir jumlahnya jadi tak terkendali," kata Fadli Zon.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co