Rahmah

Ketika Rasulullah SAW Bercerita tentang Surga dan Neraka kepada Para Sahabat, Begini Kisahnya

Saat tengah berbincang bersama dengan para sahabat, tiba-tiba seorang lelaki berpakaian bagus dan berwibawa melewati Rasulullah SAW.


Ketika Rasulullah SAW Bercerita tentang Surga dan Neraka kepada Para Sahabat, Begini Kisahnya
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad (flickr.com)

AKURAT.CO  Di tengah perbincangan bersama dengan para sahabat, tiba-tiba seorang lelaki berpakaian bagus dan berwibawa melewati Rasulullah SAW. Beliau bertanya kepada salah seorang sahabat mengenai orang yang baru saja lewat tersebut.

"Wahai Rasulullah, ia adalah seorang bangsawan. Demi Allah SWT, menjadi sesuatu yang pantas, jika ia meminang seorang gadis, pasti ia diterima, dan apabila ia membantu memintakan sesuatu untuk orang lain pasti akan dikabulkan," jawab salah seorang sahabat Nabi.

Akan tetapi, Rasulullah SAW hanya diam setelah mendengar jawaban sahabat tersebut. Tdak berselang lama setelah itu, ada seseorang lain yang melewati Rasulullah SAW dan para sahabat dengan pakaian yang sangat sederhana dengan perilaku yang biasa-biasa saja. 

Melihat hal itu, Rasulullah SAW pun bertanya kembali kepada para sahabat tentang tanggapan mereka mengenai orang yang juga baru lewat itu.

"Wahai Rasulullah, ia adalah seorang rakyat jelata yang sangat miskin, dan menjadi sangat layak bila pinangannya kepada seorang perempuan ditolak. Dan juga ketika ia memintakan bantuan untuk orang lain, pastinya akan ditolak juga. Orang-orang dengan mudah tidak mempercayai ucapan-ucapan rakyat miskin itu,” jawab salah satu sahabat Nabi yang lain.

Sementara itu, setelah mendengar jawaban sahabat tersebut, Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah, orang yang kedua ini lebih baik dari pada yang pertama, dengan seberat bulatan penuh bumi.” (HR Bukhari Muslim).

Dengan begitu, Rasulullah SAW menceritakan tentang perbincangan antara surga dan neraka.

"Aku disesaki oleh para pembesar, penguasa dan orang-orang yang sombong," kata neraka menjelaskan.

"Aku dihuni oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata," jawab surga menimpali.

Allah SWT lalu berfirman kepada keduanya,

"Engkau surga, tempat rahmat-Ku, terberkatilah mereka yang memasukimu, siapa pun yang Kukehendaki. Dan engkau neraka, Aku menyiksa mereka yang memasukimu, siapapun yang Kukehendaki. Masing-msing dari kalian pasti akan Kupenuhi,” (HR Muslim).

Kisah di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang hamba Allah SWT tidak dinilai berdasarkan kedudukan duniawi. Seorang hamba akan dirahmati atau disiksa karena amal perbuatannya. Bukan karena jabatan, status sosial dan harta yang ia miliki. Wallahu A'lam Bishawab. []