Rahmah

Ketika Rasulullah Bercerita Nabi Sulaiman AS Kepada Para Sahabatnya, Kisahnya Bikin Kagum

Setelah menunaikan salat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.


Ketika Rasulullah Bercerita Nabi Sulaiman AS Kepada Para Sahabatnya, Kisahnya Bikin Kagum
Kaligrafi Rasulullah saw (flickr.com)

AKURAT.CO  Rasulullah SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya. Para sahabat turut hadir dalam acara tersebut. Begitu para sahabat menyaksikan menu makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak membicarakannya.

"Dari mana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu?”

Rasulullah SAW hanya diam saja. Beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabat saat itu. Setelah menunaikan salat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.

"Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rejeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian?”

Para sahabat yang hadir, berkenan untuk mendengarkan kisah Rasulullah selanjutnya. Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya.

"Suatu ketika Nabi Sulaiman AS melakukan sholat ditepi pantai. Seusai salat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.

Ada apa di dasar laut ? Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman AS bahwa di sana terdapat seekor ulat yang sedang berdiam. Sang ulat menggantungkan rezekinya kepada si semut.

"Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu "Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi SulaimanAS, "Siapakah malaikat itu, hai semut?” tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik, ” Si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut,".

Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT,  "Maha Besar Allah yang men-takdir-kan aku hidup di dasar laut,". 

Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangan.

"Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rejeki dan rakhmatnya,?”. Wallahu A'lam. []