Rahmah

Ketika Pengemis Buta Masuk Islam Karena Disuapi Rasulullah

Rasulullah SAW menyuapi pengemis buta itu hingga menjelang Rasulullah SAW wafat.


Ketika Pengemis Buta Masuk Islam Karena Disuapi Rasulullah
Nabi Muhammad (pinterest.com)

AKURAT.CO  Di pasar Madinah Al-Munawarah, ada seorang pengemis buta yang setiap harinya selalu berkata kepada orang yang mendekatinya. Ia berkata : "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".

Hari demi hari pengemis tersebut terus mencela Rasulullah SAW. Kejadian itu terus berlangsung di pojok Pasar Madinah pada pagi hari. Sebagai Nabi yang diberi wahyu, Baginda Rasulullah SAW tentu tahu apa yang dilakukan pengemis buta itu.

Rasulullah SAW justru mendatanginya dengan membawakannya makanan. Tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis buta itu. Ketika Rasulullah SAW menyuapinya, dengan nada seperti biasanya, si pengemis itu tetap berkata agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah SAW menyuapi pengemis buta itu hingga menjelang Rasulullah SAW wafat. Setelah Rasulullah SAW wafat, maka tidak ada lagi orang yang membawakan makanan dan menyuapi  pengemis Yahudi buta itu setiap harinya.

Suatu ketika, Sahabat Nabi Abu Bakar RA mengunjungi kediaman putrinya yaitu Aisyah RA yang juga merupakan istri Baginda Rasulullah SAW. Khalifah Abu Bakar kemudian bertanya kepada putrinya: "Anakku, adakah sunnah kekasihku (Nabi Muhammad SAW) yang belum aku kerjakan?"

Aisyah lalu menjawab ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abu Bakar.

"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” jawab Aisyah.

Keesokan harinya, seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis tua itu. Khalifah Abu bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Pada saat Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?”. Abu Bakar menjawab, “Aku orang yang biasa”.

"Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, tegas si pengemis buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku, tangan ini tidak susah memegang dan mulut ini tidak susah untuk mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu dengan mulutnya. Setelah itu ia berikan padaku,” kata si pengemis buta itu melanjutkan perkataannya.

Mendengar perkataan si pengemis membuat Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, ia pun menangis dan kemudian berkata, "benarkah demikian?".

"Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia,". Kemudian pengemis Yahudi buta itu akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW. Kelembutan akhlak dan budi pekerti yang baik dapat mendatangkan kebaikan kepada orang lain. Amiin.[]