Rahmah

Ketika Mu'az Al Qari Menangis Setelah Mundur dari Perang Jisr Abu Ubaid

Mu'az Al Qari merupakan sahabat Anshar dari Kabilah Bani an Najjar.


Ketika Mu'az Al Qari Menangis Setelah Mundur dari Perang Jisr Abu Ubaid
Ilustrasi Sahabat Nabi (Boombastis)

AKURAT.CO  Salah seorang sahabat Anshar dari Kabilah Bani an Najjar adalah Mu'az Al Qari. Nama al Qary atau pembaca Al-Qur'an adalah pemberian langsung dari Rasulullah SAW. 

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, dalam perang Jisr Abu Ubaid, Mu'az pernah mundur dari medan pertempuran. Ketika kembali ke Madinah, ia bertemu dengan Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu ia bersama para sabahat yang lain menangis dan menyesali sikapnya. Namun Khalifah Umar bin Khattab justru menenangkan mereka.

Suatu waktu, ketika Mu'az Al Qari sedang membaca Al-Qur'an Surah Al Anfal 16, yang berisi tentang ancaman bagi mereka yang berpaling (mundur) dari peperangan tanpa alasan yang benar. Mu'az Al Qari teringat akan sikapnya kala itu dan kembali menangis. 

Khalifah Umar bin Khattab, yang saat itu ada di dekatnya berkata, "Janganlah menangis, ya Mu'az. Aku adalah golongan kamu dan kamu bergabung denganku,".

Ketika kaum muslimin sedang berperang melawan tentara Romawi di Syam, yaitu Perang Qadisiah. Khalifah Umar bin Khattab mendapat laporan bahwa keadaan kaum muslimin sedang terdesak, Khalifah Umar bermaksud mengirimkan pasukan tambahan untuk membantu mereka. Khalifah Umar bin Khattab berkata kepada Mu'az, "Maukah kamu berangkat ke Syam, karena kaum muslimin sedang terdesak dari pihak musuh yang sedang menyerang mereka. Kamu bisa bergabung dengan mereka dalam memerangi musuh, semoga hal itu dapat mencuci dosamu,".

Mu'az Al Qari menyambut permintaan pemimpinnya itu dengan gembira, ia berkata, "Aku tidak akan mundur lagi sama sekali. Aku akan pergi ke tempat yang darinya aku pernah melarikan diri, dan bertemu dengan musuh yang menyebabkan aku dalam penyesalan yang berlarut-larut ini. Dan aku melakukan hal seperti yang mereka lakukan kepadaku yaitu membuat mereka melarikan diri dari peperangan tersebut,".

Setelah itu ia berangkat dengan pasukan yang dikirim Khalifah Umar bin Khattab untuk memperkuat pasukan muslim di Syam, Mu'az Al Qari berperang dengan semangat jihad yang membara hingga mendapat syahid di perang Qadisiah. Subhanallah. []