Olahraga

Ketika Butet Mengenang Masa Sulitnya Bersama Owi


Ketika Butet Mengenang Masa Sulitnya Bersama Owi
Pebulutangkis Ganda Campuran Indonesia Liliyana Natsir yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad menyudahi serangan pasangan pebulutangkis Cina Zheng Siwei dan Huang Yaqiong pada final turnamen Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Liliyana/Owi kalah dengan skor 19-21, 21-19 dan 21-16. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Keputusan Liliyana Natsir untuk pensiun pasca Indonesia Masters Januari 2019 jelas membuat haru para penggemar bulutangkis. Namun kini, setelah rekan main saat merebut medali emas nomor ganda campuran Olimpiade Rio De Janeiro 2016, Tontowi Ahmad, pensiun, Liliyana merefleksikan perjalanan karirnya.

Sejak dipasangkan dengan Tontowi selepas berpisah dengan Nova Widianto pada 2010, Butet – sapaan Liliyana – mengisahkan masa ketika hubungannya tak terlalu baik dengan rekan mainnya. Itu terjadi ketika Tontowi/Liliyana miskin gelar sejak kegagalan Olimpiade London 2012.

“Waktu itu ekspektasi orang tinggi, dan kami lagi terpuruk sekali cuma dapat satu gelar juara sebelum olimpiade,” kata Liliyana sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.

baca juga:

“Owi (sapaan Tontowi) enggak marah sih sama saya, saya juga enggak, tapi ‘gimana ya? Namanya pemain dapat hasil jelek itu situasinya enggak ribut tapi enggak akur juga, hahaha.. susah menjelaskannya. Damai tapi gersang, kayak lagi perang dingin.”

Liliyana juga menyadari bahwa posisinya sebagai pemain senior dengan status juara dunia saat dipasangkan dengan Tontowi. Salah satunya adalah kebiasaan Liliyana yang tampak seperti memarahi Tontowi di lapangan ketika pukulan gagal atau permainan tidak baik.

“Owi itu sabar. Mungkin selama pasangan sama dia, saya temperamental tapi dalam arti positif, saya enggak mau kalah. Saya terbawa suasana kalau (pukulan) dia nyangkut atau apa, saya menunjukkan ekspresi kecewa,” kata Liliyana.

Nah, Owi selama ini bisa sabar. Dia sudah paham, Ci Butet enggak maksud kayak gitu, spontan aja karena sama-sama pengin menang. Mungkin enggak semua atlet dan partner bisa seperti Owi yang bisa nyesuain keadaan.”

Selama sekitar delapan tahun bermain bersama Liliyana, Owi mengumpulkan satu medali emas olimpiade, dua gelar juara dunia, dan tiga gelar All England dalam empat final beruntun pada periode 2012-2015.

"Selama ini di luar orang lihat Ci Butet gimana ke Owi, tapi di luar itu kami kompak, sering ngobrol, bahas permainan. Apapun hasil yang kami dapat, kami pasti evaluasi, enggak diem-dieman, ini resep ampuh buat pemain ganda," ucap Liliyana.

"Pemain ganda itu yang penting komunikasi, jangan saling menyalahkan, wajar kalau orang emosi habis kalah, tapi dikomunikasikan ke pasangan main, tadi apa kurangnya dari kita berdua? Dari saya apa dari dia apa?"[]