Rahmah

Ketika Abu Nawas Beri Pesan untuk Pemuda Malas, Kisahnya Penuh Motivasi!

Suatu hari, Abu Nawas berencana untuk menjual sebuah sandal di pasar. Seperti penjual lainnya, pagi itu Abu Nawas segera bergegas menuju pasar.


Ketika Abu Nawas Beri Pesan untuk Pemuda Malas, Kisahnya Penuh Motivasi!
Ilustrasi Abu Nawas (Pinterest)

AKURAT.CO  Karena kondisi keuangan keluarga Abu Nawas sedang menipis, Abu Nawas berencana untuk menjual sebuah sandal di pasar. Seperti penjual lainnya, pagi itu Abu Nawas segera bergegas menuju pasar.

Setibanya di pasar, ia langsung menjajakan dagangannya itu. Ternyata Abu Nawas menjual berbagai sandal yang ia beri nama sandal ajaib. Ketika pengunjung pasar sedang ramai-ramainya, ia mulai berteriak menwarkan sandal ajaib tersebut.

"Dipilih... dipilih... sandal ajaib...sandal ajaib....sandal ajaib!!,".

baca juga:

Hanya beberapa saat ia berteriak, lalu datang seorang pemuda menghampirinya dan melihat-lihat sandal itu. Dengan rasa penasaran, pemuda itu bertanya.

"Wahai Tuan, apakah benar ini sandal ajaib?"

"Benar sekali Tuan, sesaui namanya" jawab Abu Nawas meyakinkan pemuda itu.

"Kalau begitu, aku ingin mencari sandal yang bisa merubah hidupku yang miskin ini," kata pemuda itu seperti benar-benar percaya dengan perkataan Abu Nawas.

"Hmmm... apa maksud Tuan?" tanya Abu Nawas penasaran.

"Jadi aku ini sudah lama hidup miskin dan ingin sekali kaya raya, dengan itulah aku ingin membeli barang yang bisa memberikan aku keberuntungan," kata pemuda itu.

Karena tak ingin mengecewakan pemuda itu, Abu Nawas segera menunjukkan salah satu sandal ajaibnya. Abu Nawas menjelaskan bahwa sandal itu bisa membuat pemiliknya dari tidak punya hingga menjadi punya.

Merasa semakin tertarik dengan kata-kata Abu Nawas, tanpa pikir panjang, pemuda itu langsung membeli sandal ajaib yang dijual Abu Nawas. Si pemuda itu langsung memakai sandal ajaib tersebut dan meninggalkan Abu Nawas. Ia langsung mengelilingi kampung dengan harapan akan mendapat keberuntungan.

Pemuda itu berjalan mengitari kampung demi kampung dengan menggunakan sandal ajaib itu. Namun sayang seribu sayang, hingga kampung terkahir, keberuntungan itu tidak kunjung datang.

Bahkan lebih parahnya, si pemuda itu bukannya mendapat keberuntungan, ia justru mendapat kemalangan. Saat itu, hampir saja dirinya dihakimi warga, karena dikira pencuri yang sedang wara-wiri mencari mangsa di sekitar kampung.

Dengan perasaan marah dan kecewa, akhirnya si pemuda itu mencari Abu Nawas dengan tujuan ingin meminta pertanggungjawabannya atas semua hal yang menimpa dirinya. Setelah bertanya kesana-kemari, akhirnya ia menemukan Abu Nawas.

"Assalamualaikum...,Tuan," sapa pemuda itu.

"Waalaikumsalam..., eh ternyata Tuan, bagaimana kabar Tuan?" tanya Abu Nawas dengan santainya.

"Jadi aku datang untuk meminta pertanggungjawaban. Katena aku telah mendapatkan kabar buruk. Aku tidak merasakan keberuntungan apa-apa setelah memakai sandal ini. Justru aku hampir saja mendapat celaka yaitu dihajar warga kampung gara-gara dikira pencuri. Padahal engkau sudah mengatakan jika sandal ini akan membawa keberuntungan kepada pemiliknya. Mana buktinya??" protes pemuda itu dengan marahnya.

"Waduh.. seingat aku, tidak pernah aku mengatakan seperti itu Tuan?" sanggah Abu Nawas.

"Aku hanya mengatakan bahwa sandal ini akan membuat orang yang tidak berpunya bisa menjadi punya. Buktinya sebelumnya Tuan belum memiliki sandal 'ajaib' sekarang sudah memilikinya," jelas Abu Nawas.

Setelah mendengar penjelasan Abu Nawas, pemuda itu langsung diam.  Akhirnya ia sadar bahwa dirinya telah salah tafsir.

"Lantas mengapa engkau mengatakan bahwa sandal ini ajaib?" tanya pemuda itu berikutnya.

"Oh... kalau itu karena memang namanya sandal ajaib bukan sandalnya yang ajaib," jawab Abu Nawas.

"Tapi intinya, jangan percaya kepada barang ajaib, karena percaya kepada sesuatu selain Allah SWT bisa membuat kita syirik. Kita hanya akan mendapatkan kesusahan di dunia dan akhirat kelak. Buktinya adalah yang Tuan alami hari ini. Oleh karena itu, segeralah bertaubat kepada Allah SWT," tambah Abu Nawas. []