News

Keterlibatan 10 Tersangka MI Garong Uang Asabri Ditelisik

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan.


Keterlibatan 10 Tersangka MI Garong Uang Asabri Ditelisik
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Tim penyidik pada Direktorat Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung terus mendalami peran 10 tersangka manajer investasi (MI) dalam perkara dugaan korupsi dan pencucian uang (TPPU) PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). 

Pendalaman soal peran 10 tersangka MI tersebut diketahui setelah tim penyidik pidana khusus memeriksa tujuh saksi. 

"Ada 7 saksi hari ini diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 maajer investasi (MI)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jumat (17/9/2021).

Saksi yang diperiksa adalah SA selaku Mantan Fund Manager PT. OSO Management Investasi. AK selaku Direktur Erdikha Sekuritas. AAP selaku (Direktur Valbury Sekuritas Indonesia. IBA selaku Direktur Bosowa Sekuritas/Elit Sukses Sekuritas.

Lalu ada TY selaku Kabid Pelayanan Pelanggan PT. ASABRI (Persero). RMOYND selaku Head of Compliance PT. Mandiri Sekuritas dan SZ selaku Direktur Operasional PT. Bahana Sekuritas.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Asabri,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (16/9).

Diketahui pada Selasa (14/9), Kejagung kembali menetapkan tiga tersangka baru. Tiga tersangka baru tersebut berasal dari pihak swasta, yaitu mantan Direktur Ortos Holding Ltd Edward Seky Soerjadjaya (ESS), mantan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas Bety (B), dan Komisaris PT Sekawan Inti Pratama Rennier Abdul Rachman Latief (RARL).

Para tersangka tersebut merupakan terpidana atau pun terdakwa dalam kasus pidana lain. Tersangka ESS dan B, adalah terpidana kasus dana pensiun PT Pertamina 2017. Sedangkan tersangka RARL, sebagai terdakwa dalam kasus PT Danareksa.

Para tersangka tersebut juga telah ditahan secara terpisah, dan menjalani pidana di LP Salemba, dan LP Perempuan Tangerang, serta Rutan Kejagung.