News

Keterlaluan! Pekerja RS ini Pakai Kartu Debit Pasien COVID-19 yang Baru Meninggal untuk Beli Cemilan 

Dalam rekaman CCTV, Basharat melakukan sekitar 6 transaksi dari mesin penjual otomatis dengan menggunakan kartu bank milik korban


Keterlaluan! Pekerja RS ini Pakai Kartu Debit Pasien COVID-19 yang Baru Meninggal untuk Beli Cemilan 
Pekerja rumah sakit Ayesha Basharat, 23, menggunakan kartu debit pasien yang sudah meninggal untuk membeli makanan ringan dari mesin penjual otomatis. (West Midlands Police via WTRF)

AKURAT.CO, Aksi seorang pekerja rumah sakit (RS) Inggris menggunakan kartu bank pasien COVID-19 yang baru meninggal ramai jadi perbincangan.

Seperti diwartakan Mirror hingga NYPost, Ayesha Basharat telah dituding mengambil kartu debit seorang pasien lansia untuk membeli permen, keripik, hingga minuman bersoda dari mesin penjual otomatis RS. Menurut laporan, aksi itu mulai dilakukan Basharat pada 24 Januari lalu. Saat itu, Basharat masih bertugas menjadi asisten kesehatan di unit COVID-19 di RS Heartlands, Birmingham. 

Ketika bekerja di bangsal itulah, ada seorang pasien wanita berusia 83 tahun wafat karena COVID-19. Oleh dokter, pasien tersebut dinyatakan meninggal pada pukul 13.56. Selang 17 menit kemudian, terlihat dalam CCTV, Basharat melakukan sekitar 6 transaksi dari mesin penjual otomatis dengan menggunakan kartu bank milik korban. Aksi itu lalu diulangi Basharat pada malam harinya. 

Empat hari setelahnya, Basharat kembali berulah dan mencoba melakukan dua transaksi dengan menggunakan kartu debit korban. Sayang, saat melakukan aksinya itu, kartu debit korban sudah dibatalkan. Saat itu juga, polisi berhasil mengendus aksi Basharat dan ia ditangkap saat tengah menunaikan shift di bangsalnya.

Kemudian saat dibekuk polisi, Basharat kedapatan masih memegang kartu bank milik korban. Namun, saat dicecar pertanyaan, Basharat masih berdalih. Wanita 23 tahun ini mengklaim bahwa kartu debit itu ia temukan di lantai RS. Disebutkan pula bagaimana saat membayar, ia dibuat 'bingung' karena corak kartu debitnya sama dengan milik korban. Karena itulah, ia salah memakai kartu saat membeli makanan di mesin penjual otomatis. 

Namun, klaim itu kemudian terbantahkan ketika di pengadilan petugas menemukan bahwa warna kartu bank milik Basharat dan korban berbeda. Karena temuan itulah, Basharat dituduh telah mengabaikan protokol RS terkait dengan kasus pasien yang kehilangan harta benda.

Kemudian pada Rabu (9/6) lalu, Basharat didakwa dengan tuduhan pencurian dan penipuan. Karena dakwaan itu, ia divonis pengadilan dengan hukuman lima bulan penjara. Namun, vonis itu kemudian ditangguhkan selama 18 bulan, dan karenanya, untuk sementara, Basharat bisa terbebas dari kungkungan penjara. 

Kendati demikian, tindakan Basharat pada akhirnya tetap dikecam oleh banyak pihak. Detektif yang menyelidiki kasus bahkan sampai menyebut Basharat telah melakukan aksi yang 'menjijikkan'.

"Ini adalah pelanggaran kepercayaan yang menjijikkan dan menyedihkan bagi keluarga korban.

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co