News

Ketatnya Penanganan Wabah Covid-19 di China, Ikan hingga Kuda Nil Ikut Jalani Tes Corona!

Covid-19 pertama kali dikaitkan dengan pasar hewan dan makanan laut hidup di kota Wuhan


Ketatnya Penanganan Wabah Covid-19 di China, Ikan hingga Kuda Nil Ikut Jalani Tes Corona!
Rekaman viral menunjukkan ikan dan kepiting sedang diuji untuk Covid-19 di China selatan (JINAN TIMES)

AKURAT.CO, Sudah bukan rahasia umum lagi jika China, negara yang pertama melaporkan kasus virus corona, sangat serius dalam menanggapi wabah Covid-19. Demi mencapai ambisi nol-Covid-nya, Negeri Ginseng itu kerap meluncurkan kebijakan super ketat, yang terkadang melebihi negara-negara lain di dunia, seperti penguncian hingga tes massal yang berulang.

Kota pesisir China Xiamen tidak terlepas dari kebijakan ketat tersebut. Diketahui, usai pihak berwenang mendeteksi sekitar 40 kasus, Xiamen langsung menjalani pengujian Covid-19 secara besar-besaran. 

Minggu ini, lebih dari lima juta orang di Xiamen telah disuruh untuk menjalani tes Covid-19. 

baca juga:

Namun, mereka bukan satu-satunya yang telah diperintahkan untuk diuji. Pemberitahuan resmi menyatakan bahwa beberapa bentuk kehidupan laut juga diharapkan untuk bergabung dalam uji coba massal terbaru. 

Pemberitahuan dalam beberapa minggu terakhir menyuruh pengujian sejenis itu, dengan restu dari komite distrik Pengendalian Pandemi Maritim Jimei Xiamen. Mereka mengeluarkan pemberitahuan yang menyatakan bahwa nelayan kembali ke pelabuhan, mereka dan makanan laut yang dibawa harus diuji.

Hasilnya, di tengah wabah terbaru ini, rekaman video bermunculan di beberapa platform media sosial termasuk Douyin, TikTok versi lokal China. Dalam video itu, terlihat petugas medis bahkan memberikan tes PCR ikan hingga kepiting hidup.

Pemandangan tersebut mungkin terlihat ganjil, tapi ini bukan pertama kalinya ikan hidup diuji untuk Covid-19.

"Kami telah mengambil pelajaran dari Hainan, yang menyaksikan wabah parah."

"Dikatakan bahwa wabah itu bisa dipicu oleh transaksi hasil laut antara nelayan lokal dengan rekan-rekan mereka di luar negeri," ungkap seorang karyawan di Biro Pengembangan Kelautan Kota Xiamen mengatakan kepada surat kabar South China Morning Post.

Ketatnya Penanganan Wabah Covid-19 di China, Ikan hingga Kuda Nil Ikut Jalani Tes Corona - Foto 1
 Ikan diuji pada bulan Maret selama wabah Covid-19 di Shanghai-South China Morning Post

Diketahui wilayah pesisir seperti Xiamen, yakni Provinsi Hainan di China selatan, telah mencatat banyak kasus. Dilaporkan BBC bahwa disana, sejak awal Agustus, infeksi Covid-19 telah mencapai lebih dari 10ribu kasus. Pihak berwenang pun telah mengatakan bahwa mereka yakin wabah ini kemungkinan terkait dengan komunitas nelayan.

Media China telah lama menyatakan keprihatinan bahwa kehidupan laut mungkin memiliki hubungan dengan virus corona. Wabah Covid-19 pertama kali dikaitkan dengan pasar hewan dan makanan laut hidup di kota Wuhan, China tengah.

Meskipun tidak mungkin makanan laut menjadi inang virus, banyak wabah di China telah dikaitkan dengan pekerja pelabuhan, di mana mereka kerap menangani barang rantai dingin, atau pekerja di pasar makanan laut.

Pada Juni 2020, satu wabah semacam itu di Beijing memicu kepanikan terhadap salmon.

Saat itu, media pemerintah melaporkan bahwa Covid-19 telah terdeteksi pada talenan yang digunakan untuk salmon impor. Alhasil, restoran dan supermarket menarik salmon dari rak mereka, dengan impor-impor terhadap ikan itu ikut dihentikan. Kepanikan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri, dan kegugupan untuk memakan produk air makin meluas.

Namun, selama dua tahun terakhir China berupaya membasmi virus, ikan bukan menjadi satu-satunya hewan yang menjalani pengujian Covid-19.

Pada bulan Mei, media resmi mengedarkan rekaman kuda nil yang sedang diuji di taman margasatwa di Huzhou, Zhejiang timur. Menurut mereka, 'kuda nil itu perlu diuji dua kali seminggu'.

Video-video lain juga muncul, menunjukkan anjing, kucing, ayam, dan bahkan panda yang menerima tes PCR.

Alasan pengujian itu secara luas adalah untuk 'memastikan keselamatan hewan', serta wisatawan dan pengunjung yang datang ke tempat-tempat dimana para binatang itu berada, kata media terkemuka China. []