Ekonomi

Ketar-Ketir Tak Ada Gas, Akhirnya Jerman dan Italia Beli Gas Rusia Pakai Rubel

 Jerman dan Italia telah mengizinkan perusahaan nasional untuk membuka rekening rubel di Gazprombank Rusia


Ketar-Ketir Tak Ada Gas, Akhirnya Jerman dan Italia Beli Gas Rusia Pakai Rubel
Logo perusahaan minyak Gazprom Neft terlihat di stasiun pompa bensin di Moskow, Rusia. (REUTERS/Maxim Zmeyev)

AKURAT.CO Jerman dan Italia telah mengizinkan perusahaan nasional untuk membuka rekening rubel di Gazprombank Rusia untuk mematuhi skema pembayaran gas alam baru dan menghindari pemutusan pasokan.

Melansir dari Reuters, Sabtu (21/5/2022), Langkah itu dilakukan setelah Polandia, Bulgaria, dan terakhir Finlandia menolak untuk menerima mekanisme pembayaran baru Rusia, yang mengakibatkan aliran gas dari Rusia dihentikan.

langkah itu sendiri disetujui oleh Uni Eropa setelah berdiskusi dengan Komisi Eropa dan tidak dianggap sebagai pelanggaran sanksi yang diberikan Uni Eropa ke Rusia atas konflik di Ukraina.

baca juga:

Skema pembayaran baru Rusia mengharuskan pembeli gas dari negara-negara “tidak ramah” yang telah memberikan sanksi kepada Rusia untuk membuka rekening di Gazprombank Rusia. Mereka kemudian dapat menyetor dana dalam mata uang pilihan mereka, yang dikonversi oleh bank menjadi rubel dan transfer ke Gazprom.

Importir gas Jerman dilaporkan telah diberitahu oleh Berlin bahwa mereka dapat membuka rekening rubel untuk membayar gas Rusia, selama pembayaran yang mereka lakukan ke Gazprombank tidak dalam mata uang Rusia.

Pemerintah Italia juga dilaporkan telah berdiskusi dengan Komisi Eropa, setelah itu perusahaan energi Italia, Eni mengumumkan telah memulai proses pembukaan rekening di bank Rusia, dalam euro dan  dalam rubel.

"Keputusan itu sejalan dengan apa yang dikomunikasikan oleh departemen [energi Komisi Eropa]," salah satu sumber mengatakan kepada Reuters. 

Perdana Menteri Italia Mario Draghi pekan lalu menyebut situasi pembayaran gas sebagai "zona abu-abu", karena tidak ada keputusan resmi tentang masalah ini di dalam Uni Eropa.

Dalam panduan tertulis terbarunya, Uni Eropa mengatakan perusahaan dapat membeli gas Rusia tanpa melanggar sanksi jika mereka dapat  membayar dalam mata uang sesuai dengan kontrak pembayaran, tetapi tidak menyebutkan apakah pembukaan rekening rubel akan menjadi pelanggaran.

Menurut Reuters, beberapa diplomat Uni Eropa menganggap pedoman Mereka sengaja 'abu-abu untuk memungkinkan negara-negara tetap membeli gas Rusia.[]