News

Ketar-ketir COVID-19 Meroket, Anies Baswedan: Bila Tak Terkendali, Kita Masuk Fase Genting

Anies Baswedan putar otak melakukan penanganan COVID-19 di  Ibu Kota yang kembali meroket setelah libur Lebaran 2021.


Ketar-ketir COVID-19 Meroket, Anies Baswedan: Bila  Tak Terkendali, Kita Masuk Fase Genting
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan putar otak melakukan penanganan COVID-19 di  Ibu Kota yang kembali meroket setelah libur Lebaran 2021.

Dia tidak menampik jika kasus wabah mematikan ini kembali meroket setelah Idul Fitri padahal dirinya sudah membuat sejumlah peraturan untuk menekan lonjakan kasus sebelum Lebaran, seperti melarang mudik, melarang silaturahmi tatap muka hingga melarang ziarah kubur.

Anies mengatakan, jika gagal mengantisipasi lonjakan kali ini,  maka Jakarta bakal masuk dalam kondisi gawat corona. Kondisi bisa jauh lebih parah dari ledakan kasus yang pernah terjadi pada akhir 2020 lalu.

"Kita semua harus sadar, Ibu Kota dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting," kata Anies dalam keterangannya yang diterima AKURAT.CO Senin (14/6/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itupun ancang-ancang menarik rem darurat  lagi seperti yang pernah dia terapkan tahun lalu. 

"Jika fase itu terjadi maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September lalu dan Februari lalu. Kita inginkan peristiwa itu tak berulang," tuturnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jakarta ini mengatakan, kenaikan kasus COVID-19 di Jakarta dalam sepekan  terakhir ini bahkan mencapai 50 persen,  kondisi ini kata dia menjadi peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan. 

“Dalam beberapa hari ini kita saksikan pertambahan kasus COVID-19 dengan lonjakan amat tinggi, data menunjukan bahwa dalam sepekan terakhir kasus aktif di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2021 adalah 11.500, dan pada hari ini jadi 17.400. dalam sepekan telah terjadi peningkatan 50 persen,” tuturnya.

Anies mengeskan, demi memutus mata rantai penyebaran corona sekarang ini, pihaknya  bakal gencar melakukan pelacakan untuk menemukan sebanyak-banyaknya warga  yang telah terpapar wabah  ini untuk segera di karantina. Di sisi lain  warga juga diminta  untuk tetap taat pada protokol kesehatan 

“Untuk tak berulang maka dua unsur harus kerja bersama. unsur warga dengan pemerintah dan penegak hukum, harus kerjasama, masyarakat jalankan 3M dan kita semua laksanakan 3T. Hari ini, malam hari ini kita kumpul bersama untuk tugas yang penting. Karena itu saudara sekalian di sini, perhatikan untuk segera bertindak mendisiplinkan dan lakukan penindakan penegakan aturan, hukum di seluruh wilayah DKI Jakarta,” tututpnya. []