Lifestyle

Ketahui Fenomena Breakup Haircut, Pokoknya Bikin Mantan Menyesal

Breakup haircut juga akan meningkatkan budaya konsumtif


Ketahui Fenomena Breakup Haircut, Pokoknya Bikin Mantan Menyesal
Ilustrasi potong rambut (lifealth)

AKURAT.CO, Tak hanya kamu, banyak wanita ingin memotong rambut saat sudah berpisah dengan pasangan. 

Ternyata fenomena ini dikenal dengan sebutan breakup haircut, yang selalu dikaitkan dengan kejadian tertentu sekaligus menjadi titik balik bagi perempuan dari ketepurukan. 

Salah satunya, keterpurukan akibat putus cinta. Tak heran, jika pasca berpisah dengan pasangan, banyak Wanita yang terdorong untuk pergi ke salon dan mengubah penampilannya terutama potong rambut.

Dikutip dari laman Byrdie, mengubah penampilan adalah tindakan proaktif ketika apa yang diinginkan seorang wanita, tidak sesuai dengan apa yang terjadi. 

"Putus cinta dapat mengakibatkan pukulan terhadap harga diri Wanita. Alhasil, Wanita mengambil langkah proaktif secara fisik, seperti melakukan breakup haircut pada rambutnya", ujar Psikolog yakni Vivian Diller, yang dikutip dari Byrdie pada Sabtu (25/9). 

Vivian menambahkan, gaya rambut atau warna rambut baru dapat memacu rasa optimisme dalam menjalani hidup. 

Bahkan bagi sebagian perempuan, memotong rambut akan membuat perubahan besar, serta bisa merasakan kebebasan dengan melakukan breakup haircut. 

Tak hanya itu, tindakan memotong rambut juga dianggap sebagai pemutus pikiran masa lalu dan menuju perubahan masa depan. 

Menurut Psikolog Heather L. Silvestri menjelaskan bahwa breakup haircut merupakan upaya untuk memperingati perubahan psikologis dan emosional, akibat hubungan yang gagal.

Apalagi dalam lingkungan masyarakat, perempuan memiliki tuntutan untuk menjaga penampilan. 

Namun, fenomena breakup haircut memiliki dampak negatif dan positif. Dampak positifnya, breakup haircut dapat mewakili pilihan di dalam diri untuk berpenampilan lebih baik. 

Breakup haircut juga dapat menyenangkan perasaan perempuan menjadi lebih gembira sehingga menghasilkan pikiran yang positif. Lalu, aura wajah terlihat positif. 

Namun ternyata tak melulu positif, breakup haircut juga memiliki dampak negatif. Sebab, ketika akan melakukan breakup haircut seringkali perempuan tidak menyadari mengapa mereka melakukan hal tersebut. 

Selain itu, breakup haircut juga akan meningkatkan budaya konsumtif. Kenapa? Karena ambisinya untuk terlihat cantik di depan mantan pacar atau di lingkungan wanita itu berada. 

Sebab, banyak wanita yang rela bayar berapa pun agar penampilannya berubah, baik itu model potongan rambut atau warna rambut.

Jadi, apakah kawan AKURAT.CO pernah mengalami fenomena breakup haircut ini?.[]