News

Kesal Terus Diutangi dan Diancam Dipolisikan, Pria Asal Klaten Habisi Teman SMP

Pelaku kian murka lantaran korban mengancam melaporkannya ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual jika menolak meminjaminya uang.


Kesal Terus Diutangi dan Diancam Dipolisikan, Pria Asal Klaten Habisi Teman SMP
RMD terduduk di kursi roda usai dilumpuhkan dengan timah panas, Selasa (24/8/2021). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, RMD (21), pria asal Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah terduduk lesu di atas kursi roda usai diamankan jajaran Polres Sleman dan Polda DIY. Dia adalah tersangka kasus pembunuhan seorang perempuan yang mayatnya ditemukan terkubur, 24 Juli 2021 lalu di Umbulmartani, Ngemplak, Sleman.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah menjelaskan kasus yang melibatkan RMD dan korban berinsial DLP (21), warga Ceper, Klaten. Peristiwa terjadi pada 16 Juli 2021 silam.

Deni menerangkan, status antara keduanya adalah teman sejak bangku SMP. Berdasarkan keterangan RMD, ia dan DLP tak ada komitmen asmara. Meski, mereka pernah menjalani hubungan layaknya suami istri sebanyak 2 kali.

Pada tanggal 16 Juli, RMD menghampiri DLP dan mengajaknya jalan-jalan naik sepeda motor ke Sleman. Akan tetapi, sepanjang perjalanan korban terus meminta pelaku untuk dipinjami uang.

"Menurut keterangan tersangka bahwa si korban memiliki utang kepada pelaku, kemudian pada saat sebelum kejadian korban meminta untuk meminjam uang lagi. Namun dari pelaku mengatakan bahwa uang yang kemarin saja belum dikembalikan, sekarang mau minta lagi. Jadi ada kekesalan dari pelaku terhadap korban," kata Deni saat konferensi pers di Mapolres Sleman, Selasa (24/8/2021).

Utang DLP kepada RMD, kata Deni, mencapai Rp7 juta. Korban yang merengek minta dipinjami uang lagi sebesar Rp1 juta malah akhirnya membuat emosi pelaku meluap-luap. 

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria melanjutkan, pelaku kian murka lantaran DLP mengancam melaporkan RMD ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual jika menolak meminjaminya uang.

"Korban pernah mengancam, nanti kalau nggak mau minjemin itu nanti akan dilaporkan ke polisi karena sudah melakukan pelecehan. Dia (korban) merasa dilecehkan seksual," imbuh Burkan.

RMD akhirnya mengajak korban ke rumah kosong di Umbulmartani. Pelaku kemudian menghajar DLP menggunakan batako yang ditemukan di sekitar lokasi.