Ekonomi

Kesal Komisaris BUMN Berulah Kritik Stadion JIS, Said Didu: Jangan Harap Dapat Sanksi!

Kesal Komisaris BUMN Berulah Kritik Stadion JIS, Said Didu: Jangan Harap Dapat Sanksi!
Komisaris Independen PT Pelayaran Indonesia (PELNI), Dede Budhyarto. (Twitter)

AKURAT.CO, Komisi VI DPR RI beberapa hari lalu (Minggu, 8/5/2022) mendesak kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk melakukan evaluasi kinerja Dede Budhyarto selaku Komisaris Independen PT Pelni.

Beberapa anggota Komisi VI DPR RI sampai dengan pimpinan komisi pun sepakat bahwa Dede Budhyarto tak hanya sekali menyampaikan pernyataan yang memantik kegaduhan di masyarakat. Salah seorang anggota Komisi VI DPR RI yang menganggap demikian ialah Nasim Khan.

" Dede Budhyarto seharusnya berkomentar terkait kinerja perusahaan dalam persiapan arus mudik dan arus balik lebaran, bukan malah berkomentar di luar itu yang justru membuat gaduh di suasana Idul Fitri ini," kata Nasim dalam keterangannya, Minggu (8/5/2022).

baca juga:

Abdul Hakim Bafagih yang juga bagian dari Komisi VI DPR RI turut meminta agar seluruh pejabat BUMN, baik itu komisaris maupun direksi, fokus bekerja meningkatkan pelayanan dan tak melontarkan komentar-komentar yang tidak berkaitan dengan tugas dan fungsinya.

" Seharusnya komisaris dan direksi BUMN bekerja melayani masyarakat, tingkatkan kinerja perusahaan, bukan malah berkomentar di luar itu dan membuat gaduh, seperti apa yang dilontarkan oleh Dede Budhyarto selaku Komisaris Pelni," sesal Abdul Hakim.

Said Didu yang mantan Sekretaris BUMN pun turut berkomentar pada kelakuan yang dilakukan oleh Dede Budhyarto. Mengutip cuitan dari @berlianidris yang sebelumnya menyesalkan perbuatan dari Dede Budhyarto, Said Didu pun merespons dengan menilai kinerja yang dilakukan oleh Dede Budhyarto "memang ditugaskan seperti itu".

Sebelumnya untuk diketahui bersama, Dedhe Budhyarto menjadi sorotan karena membuat pernyataan di jejaring sosial Twitter dengan kesan menyindir. Dedhe Budhyarto dalam cuitannya berkata mengingatkan kepublik untuk jangan pernah melupakan sejarah, dimana awal mula nama JIS adalah Stadion BMW.

“Jangan lupakan sejarah, untuk menghilangkan jejak digantilah namanya: dari stadion Taman Bersih Manusia Wibawa (BMW) menjadi Jakarta International Stadium (JIS),” tulis Dede, Jumat (6/4/2022).[]