News

Kesal Akunnya 'Lenyap' Berkali-kali, Ferdinand Protes Begini ke Twitter

Ferdinand menduga serangan datang dimulai sejak dirinya kencang mengkritik kelebihan bayar APBD DKI Jakarta dan soal pengecatan pesawat kepresidenan.


Kesal Akunnya 'Lenyap' Berkali-kali, Ferdinand Protes Begini ke Twitter
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean (Instagram/ferdinand_hutahaean)

AKURAT.CO, Sejumlah akun tumbang secara bersamaan di media sosial Twitter. Salah satunya dialami oleh akun mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

"Akun Twitter saya dengan user name @FerdinandHaean3 di-suspend oleh pihak Twitter karena ada report massal dari dua pihak yang tidak suka dengan fakta-fakta dan kebenaran yang saya sampaikan," kata Ferdinand ketika memberikan konfirmasi kepada AKURAT.CO, Jakarta, Minggu (8/8/2021).

Ferdinand menduga serangan datang dimulai sejak dirinya kencang mengkritik kelebihan bayar APBD DKI Jakarta dan soal pengecatan pesawat kepresidenan.

"Jadi dugaan saya, akun saya diserang fan di-report massal oleh dua kelompok tadi, yang tidak suka saya ungkap terus soal dugaan korupsi APBD DKI Jakarta dan kelompok yang tidak suka saya mendukung pengecatan pesawat kepresidenan," katanya.

Ferdinand sendiri enggan merinci siapa oknum tersebut, yang pasti ia hanya menduga adanya kelompok yang menyerang dirinya karena hal tersebut.

"Mereka jelas anti demokrasi meskipun mereka sering bicara atas nama demokrasi. Mereka tidak siap berbeda dan tidak siap menerima kebenaran. Soal siapa orangnya, saya tak perlu jelaskan," paparnya.

Meski sudah tumbang, Ferdinand tak gentar membuat kembali akun Twitter. Namun belum sehari saja akunnya kembali hilang.

"Kemarin saya membuat akun baru lagi dengan user name @FerdinandHaean1 tapi report massal lagi dan di-suspend. Setelah itu saya buat akun lagi dengan user name @FerdiVanHaean itupun di-report massal dan tadi pagi kena suspend lagi. Dan sekarang saya buat akun baru lagi dengan user name @FerdinandHaean8 karena ini akun Twitter saya ke-8. Kita lihat apakah mereka masih akan melakukan hal sama," katanya.

Selain itu, Ferdinand meminta kepada pihak Twitter Indonesia agar mengevaluasi sistem. "Jangan karena report massal tanpa kesalahan, akun lantas kena suspend. Ini bisa jadi masalah nanti kedepan bagi Twitter, orang bisa beramai-ramai meninggalkan Twitter karena dianggap lemah," kata dia.