News

Kerusuhan di Nikaragua Memburuk, 10 Demonstran Tewas


Kerusuhan di Nikaragua Memburuk, 10 Demonstran Tewas
Para demonstran menggunakan ketapel untuk melawan polisi (REUTERS)

AKURAT.CO, Sepuluh orang tewas di Nikaragua dalam tiga hari bentrok antara polisi dan demonstran yang menolak perubahan sistem pensiun.

Wakil Presiden Rosario Murillo mengecam kekerasan itu sebagai para vampir tapi pemerintah tetap membuka dialog. Ini merupakan kerusuhan paling mematikan di Nikaragua sejak Presiden Daniel Ortega berkuasa pada 2007.

Ini setelah legislasi menaikkan kontribusi pensiun untuk para pekerja dan pegawai serta mengurangi seluruh tunjangan. Kerusuhan terjadi sejak Rabu (18/4) saat para pensiunan ikut berunjuk rasa di ibu kota Managua. Mereka bergabung dengan ribuan mahasiswa dan pekerja.

Sedikitnya 100 orang terluka. Korban tewas termasuk dua demonstran dan seorang polisi yang tewas di Managua pada Jumat (20/4) setelah unjuk rasa berubah menjadi kekerasan. Kerusuhan berlanjut hingga Jumat (20/4) malam di beberapa kota.

Wakil Presiden dan Ibu Negara Rosario Murillo menyebut para demonstran seperti para vampir yang meminta darah untuk memenuhi agenda politiknya. Namun dia menambahkan, dialog tetap terbuka dan semua subyek ada di meja.

Pemerintahan Sandinista menjelaskan, gedung publik dibakar. Pelajar dari Universitas Politeknik di Managua telah membarikade kampus mereka. Demonstran menuduh polisi anti huru-hara dan pendukung pemerintah memicu kekerasan. Televisi melaporkan mereka harus menghentikan siaran unjuk rasa itu setelah sebelumnya menayangkannya secara live. []

Sumber: Aljazeera