News

Kerumunan Ancol, PSI: Seharusnya Pak Anies Sadar, Wisata Membludak Karena Mudik Dilarang

William Aditya Sarana mengatakan, kerumunan itu seharusnya sudah diperkirakan Anies Baswedan karena mudik Lebaran tahun ini ditiadakan.


Kerumunan Ancol, PSI: Seharusnya Pak Anies Sadar, Wisata Membludak Karena Mudik Dilarang
Ribuan pengunjung saat memadati pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (6/6/2019). Hari kedua masa libur Idul Fitri 1440 H, 100 ribu orang telah datang untuk berlibur menghabiskan masa berlibur kesejumlah kawasan Taman Impian Jaya Ancol. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta menilai Gubernur Anies Baswedan kecolongan atas kerumunan yang  terjadi di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, pada hari Lebaran pertama dan kedua kemarin.

Politisi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana mengatakan, kerumunan itu seharusnya sudah diperkirakan Anies Baswedan lantaran adanya larangan mudik Idul Fitri 1442 H. Persiapan matang mengantisipasi lonjakan pengunjung mesti dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.

"Pak Anies kecolongan, seharusnya beliau sadar bahwa tempat wisata akan membludak karena masyarakat tidak bisa mudik," kata William ketika dikonfirmasi Senin (17/5/2021).

Menurut William, langkah membendung lonjakan kasus COVID-19 saat libur panjang lebaran tahun ini bisa saja gagal karena membludaknya pengunjung  tempat wisata dalam kota. Dia khwatir, yang  terjadi justru sebaliknya, kasus corona meroket pasca libur Idul Fitri tahun ini.

"Libur panjang seperti lebaran biasanya akan memicu peningkatan kasus Covid-19. Pemerintah pusat sudah benar menyetop mudik, namun jika tempat wisata dalam kota tidak diawasi, maka semuanya bisa gagal," ucapnya.

Foto-foto kerumunan di pantai Ancol sempat viral dan tersebar luas di berbagai media sosial. Banyak warga  geram atas peristiwa itu dan menyebut Jakarta berpotensi diterjang  tsunami COVID-19 seperti di India karena kerumunan itu disebut seperti ritual yang dilakukan warga India di sungai Gangga yang diduga kuat menjadi pemicu ledakan wabah mematikan itu negara tersebut. 

Gubernur Anies Baswedan langsung menindaklanjuti kejadian itu dengan menutup sementara kawasan Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah dan 20 Museum di Jakarta mulai Minggu (16/5/2021) kemarin hingga Selasa (18/5/2021) besok.

 "Kalau sudah viral baru pada tindakan, hal ini tidak bisa terus dibiarkan, pak Anies harus lebih fokus dalam menangani pandemi Covid-19," ucapnya.

Perlu diketahui, pada libur Idul Fitri tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pengetatan dengan memangkas jumlah pengunjung tempat wisata dari yang semula 50 persen menjadi 30 persen dari kapasitas normal, namun  yang  terjadi  pengunjung yang datang  justru berkerumun di pantai Ancol. Jumlah wisatawan yang datang mencapai ribuan orang.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co