News

Kerumunan Ancol, PDIP DKI: Warga Meluapkan Kejenuhannya di Rumah

Menurut Gembong, kerumunan Ancol dipicu kejenuhan masyarakat atas berbagai peraturan pengetatan.


Kerumunan Ancol, PDIP DKI: Warga Meluapkan Kejenuhannya di Rumah
Ribuan pengunjung saat memadati pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (6/6/2019). Hari kedua masa libur Idul Fitri 1440 H, 100 ribu orang telah datang untuk berlibur menghabiskan masa berlibur kesejumlah kawasan Taman Impian Jaya Ancol. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menilai kerumunan wisatawan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara pada libur Lebaran kemarin dipicu kejenuhan masyarakat atas berbagai peraturan pengetatan dalam rangka memutus mata rantai penularan COVID-19.

Tingkat kejenuhan itu memuncak ketika pemerintah juga meniadakan mudik Idul Fitri 1442 H, menurut Gembong warga yang bertahan di Jakarta pada momentum hari raya tahun ini akan mencari hiburan dengan mendatangi tempat-tempat wisata di DKI yang memang tidak ditutup pada Lebaran tahun ini.

"Lebaran ini ada larangan tidak mudik artinya ada kejenuhan warga Jakarta dari sekian tahun, dia meluapkan kejenuhan dengan berekreasi dan tentunya hanya di seputaran Jakarta. Karena keluar Jakarta dilarangkan," kata Gembong ketika dikonfirmasi, Senin (17/5/2021).

Pada libur Idul Fitri tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pengetatan dengan memangkas jumlah pengunjung tempat wisata dari yang semula 50 persen menjadi 30 persen dari kapasitas normal, namun  yang  terjadi  pengunjung yang datang  justru berkerumun di pantai Ancol. Jumlah wisatawan yang datang mencapai ribuan orang.

Gembong mengatakan, kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan memangkas jumlah pengunjung itu sebetulnya sudah bagus, hanya saja langkah antisipasi lonjakan pengunjung kata dia tidak dilakukan dengan baik. Lonjakan pengunjung di Ancol disebut terjadi di luar dugaan.

"Harusnya itu diantisipasi gitu. Sehingga luapan seperti kemarin tidak terjadi," tuturnya.

Foto-foto kerumunan di pantai Ancol sempat viral dan tersebar luas di berbagai media sosial. Banyak warga  geram atas peristiwa itu dan menyebut Jakarta berpotensi diterjang  tsunami COVID-19 seperti di India karena kerumunan itu disebut seperti ritual yang dilakukan warga India di sungai Gangga yang diduga kuat menjadi pemicu ledakan wabah mematikan itu negara tersebut. 

Gubernur Anies Baswedan langsung menindaklanjuti kejadian itu dengan menutup sementara kawasan Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah dan 20 Museum di Jakarta mulai Minggu (16/5/2021) kemarin hingga Selasa (18/5/2021) besok.

"Penutupan itu merupakan langkah positif gitu loh. Jadi lebih baik terlambat daripada tidak. Karena bagaimana itu perlu kesadaran seluruh elemen masyarakat bagaimana kebijakan itu bisa berhasil yang paling penting, bagaimana pemprov membangun kesadaran masyarakat secara luas," tutup Gembong.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co