Olahraga

Kerugian Ekonomi Akibat Mandeknya Kompetisi Liga 1 Mencapai Rp3 Triliun


Kerugian Ekonomi Akibat Mandeknya Kompetisi Liga 1 Mencapai Rp3 Triliun
ILUSTRASI (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Serangan wabah corona yang menyerang seluruh dunia memang ikut berdampak langsung pada geliat sepakbola, tak terkecuali di Indonesia. Olahraga yang paling diminati di seluruh dunia tersebut, terpaksa dihentikan sejak Maret 2020 lalu setelah angka penyerbaran virus kala itu makin tak bisa dikendalikan.

PSSI selaku otoritas tertinggi sepakbola Indonesia, terpaksa memutuskan untuk menghentikan sementara kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang baru saja menggelar sepak mula. Saat dihentikan, Liga 1 baru memasuki pekan ketiga, sementara tim Liga 2 tak semuanya sempat menjalani laga perdana.

Keputusan ini jelas memberikan dampak cukup besar pada perekonomian. Menurut hasil kajian Universitas Indonesia, kerugian dari diberhentikannya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bahkan mencapai hingga Rp3 triliun.

''Kerugian akibat perputaran ekonomi yang berhenti karena mandeknya kompetisi liga berkisar antara Rp 2,7 hinngga Rp 3 triliun dalam satu tahun. Dampak ekonomi ini menjadi besar karena sepakbola di Indonesia sudah menjadi industri dan menggerakkan kesempatan kerja hingga 24 ribu orang,'' ujar Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia, Mohamad Dian Revindo, seperti dilansir laman resmi PSSI.

Bahkan Revindo menyatakan kalau dampak yang ditimbulkan dari mandeknya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tak hanya menyasar sektor perekonomian, tapi juga melahirkan sejumlah isu sosial.

“Patut dicatat, dampak ekonomi karena kompetisi itu tak hanya berhenti di ekonomi, tapi menghasilkan dampak sosial yang baik bagi anak muda, seperti kesehatan, dan tercurahnya aktivitas untuk hal-hal positif,” kata Revindo.

Universitas Indonesia memang secara khusus melakukan kajian terhadap dampak dari diberhentikannya kompetisi sepakbola di Indonesia dan membahasnya secara gamblang dalam seminar daring (webinar) bertajuk ‘Sepak Bola Nasional Pasca Covid-19: Dampak Kompetisi dan Kehadiran Satgas Anti Mafia Bola terhadap Persepakbolaan Nasional’, 10 Juni 2020 lalu. Webinar tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Tak heran bila kemudian Mochamad Iriawan memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Universitas Indonesia kepada sepakbola Indonesia.

“Kita melakukan banyak hal yang dapat menghasilkan manfaat penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia, termasuk kerja sama dengan para akademisi dunia pendidikan,” jelas Iriawan.

PSSI sendiri berencana untuk kembali melanjutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada September dan Oktober mendatang. Keputusan tersebut diambil karena PSSI menganggap penting untuk melanjutkan kompetisi demi persiapan Tim Nasional Indonesia di sejumlah event internasional.[]