News

Kerjasama Investasi Indonesia-Singapura, Menlu Retno Yakin Akan Jadi Pendorong Pemulihan Ekonomi

P4M RI–Singapura ini merupakan perjanjian investasi pertama yang diberlakukan Indonesia sejak Pemerintah mengkaji ulang berbagai perjanjian investasi.


Kerjasama Investasi Indonesia-Singapura, Menlu Retno Yakin Akan Jadi Pendorong Pemulihan Ekonomi
Menlu RI Retno Marsudi dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing bertukar instrumen ratifikasi. (Dok. Kemlu)

AKURAT.CO, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi bertukar Piagam Ratifikasi Persetujuan Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M) atau Bilateral Investment Treaty (BIT) RI–Singapura dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing.

Pertukaran Piagam yang dilaksanakan secara virtual ini menandai mulai berlakunya P4M RI-Singapura, yang telah ditandatangani sejak 2018. Proses ratifikasi ini dilakukan setelah kedua negara menyelesaikan prosedur internal di dalam negeri masing-masing. Dimana untuk Indonesia itu melalui Keppres No. 97/2020.

“Bilateral Investment Treaty RI–Singapura akan jadi pendorong pemulihan ekonomi RI dan Singapura," kata Menlu Retno yang dikutip AKURAT.CO pada Rabu (10/3/2021).

Inisiatif pembentukan P4M berawal dari Pertemuan Presiden RI dengan Perdana Menteri Singapura tanggal 6-7 September 2017, yang berupaya memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan nilai investasi kedua negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

P4M RI–Singapura ini merupakan perjanjian investasi pertama yang diberlakukan Indonesia sejak Pemerintah mengkaji ulang berbagai perjanjian investasi dengan berbagai negara.

“Perjanjian dengan Singapura ini memberikan pengaturan yang seimbang antara perlindungan terhadap investor dan hak negara melaksanakan kebijakan publiknya demi kepentingan umum", katanya.

Kerjasama Investasi Indonesia-Singapura, Menlu Retno Yakin Akan Jadi Pendorong Pemulihan Ekonomi - Foto 1
Kementerian Luar Negeri. Dok. Kemlu

Kata Menlu, P4M berpotensi besar meningkatkan investasi dua arah sebesar 18–22 persen untuk 5 tahun ke depan. Harapan ini juga disampaikan oleh Menteri Perdagangan dan Industri Singapura.

Singapura menjadi mitra pertama dalam kerja sama investasi ini, mengingat statusnya sebagai negara penanam modal utama di Indonesia. Sejak tahun 2014, Singapura selalu menduduki peringkat pertama dalam realisasi penanaman modal di Indonesia, meliputi antara lain sektor minyak, gas, dan keuangan.

Total investasi Singapura di Indonesia pada tahun 2019 mencapai USD 6,5 miliar, dan pada 2020 naik hingga USD 9,8 miliar. Perjanjian ini juga diharapkan akan mendorong investor Indonesia untuk berinvestasi dan mengembangkan jaringan usahanya di Singapura.

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co