Ekonomi

Kerjasama Chevron dengan Pertamina, Nilai Investasi Hingga Rp146 Triliun!

Chevron New Ventures Pte. Ltd telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU untuk menjajaki potensi peluang bisnis rendah karbon di Indonesia


Kerjasama Chevron dengan Pertamina, Nilai Investasi Hingga Rp146 Triliun!
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan rincian mengenai nilai investasi atas kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dan Chevron Corporation melalui anak usaha, Chevron New Ventures Pte. Ltd. yang mana total kesepakatan tersebut bernilai US$10 miliar atau setara Rp146 triliun (kurs Rp14.600/US$). Investasi ini untuk mendorong optimalisasi Indonesia dalam mendorong energi baru terbarukan.

"Geothermal menjadi salah satu andalan kita yang sampai saat ini dipacu. Kebetulan Chevron dan Pertamina sudah sudah memiliki hubungan baik selama berpuluh-puluh tahun. Ini akan mengoptimalkan total investasi US$10 miliar untuk 10 tahun ke depan," katanya dalam konferensi pers dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (14/5/2022).

Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini percaya bila kesepakatan ini bisa dilakukan maka tujuan Indonesia untuk menjadi pusat industri hilirisasi energi terbarukan bisa digapai.

baca juga:

" Sebab apa yang terjadi di hampir semua negara belahan dunia, tidak akan mungkin investasi masuk hilirisasi kalau tidak ada kesiapan kita untuk terkait energi baru terbarukan," terang Bahlil

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) dengan anak usaha Chevron Corporations, Chevron New Ventures Pte. Ltd telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjajaki potensi peluang bisnis rendah karbon di Indonesia.

Chevron dan Pertamina mempunyai rencana mempertimbangkan teknologi panas bumi baru (novel geothermal), penyeimbangan karbon (carbon offsets) via solusi berbasis alam, penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization, dan storage) (CCUS), serta pengembangan, produksi, penyimpanan, dan transportasi hidrogen dengan rendah karbon (lower carbon hydrogen).

Tandatangan kesepakatan ini dilakukan bersama dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dan Executive Vice President Business Development Chevron, Jay Pryor.

Acara MoU tersebut dilaksanakan di Washington DC waktu setempat, di kesempatan itu, pejabat yang hadir secara fisik selain BKPM Bahlil Lahadalia, hadir pula Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani.[]