Lifestyle

Kerja Sama dan Edukasi Sektoral Perlu Dilakukan Demi Kesuksesan Ibu Menyusui

Ibu membutuhkan dukungan dari layanan kesehatan, tempat kerja dan masyarakat untuk menyusui secara optimal

Kerja Sama dan Edukasi Sektoral Perlu Dilakukan Demi Kesuksesan Ibu Menyusui
Seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Ciracas, Jakarta membantu seorang ibu untuk menyusui. (Hasil karya Giacomo Pirozzi (c. 2019) dalam rangka kerjasama antara AIMI dan Alive&Thrive)

AKURAT.CO Tahun ini momen perayaan World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Dunia (PMD) yang merupakan sebuah kampanye global yang bertujuan untuk melindungi, mempromosikan, dan mendukung menyusui, serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di seluruh dunia, terasa berbeda dengan tema “Berperan Lebih Untuk Menyusui: Mendukung dan Mengedukasi” 

Menurut Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Nia Umar bahwa Ibu membutuhkan dukungan dari layanan kesehatan, tempat kerja dan masyarakat untuk menyusui secara optimal, yang disebut Rantai Dukungan Berkelanjutan untuk Menyusui. 

Pendidikan dan transformasi sistem yang ada, yang didukung oleh kebijakan nasional berbasis bukti, lanjut Nia, akan membantu memastikan fasilitas kesehatan yang ramah menyusui, komunitas dan tempat kerja yang mendukung, dan akan meningkatkan keberhasilan menyusui, gizi dan kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

baca juga:

"Rantai Dukungan menjadi penting mengingat kian banyaknya tantangan yang dihadapi oleh ibu menyusui di seluruh dunia dalam tahun-tahun terakhir. Tantangan-tantangan ini antara lain pandemi Covid-19 yang belum benar-benar usai, konflik geopolitik, ketidaksetaraan dan masalah kerawanan pangan, keterbatasan kapasitas sistem kesehatan, serta pembatasan jarak fisik yang berarti berkurangnya layanan tatap muka untuk orang tua sehingga mereka menerima lebih sedikit informasi dan kesempatan untuk mendapatkan konseling menyusui yang memadai," ujar Nia pada webinar “Berperan Lebih Untuk Menyusui: Mendukung dan Mengedukasi”, dikutip pada Senin (08/8/2022).

Selain itu, menurut Nia, promosi industri produk Pengganti ASI (PASI),  telah mempengaruhi orang tua terkait keputusan pemberian asupan bayi. 

Misinformasi seolah PASI merupakan pilihan yang lebih aman di masa Covid-19, jelas merupakan pelanggaran Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI dan Resolusi Majelis Kesehatan Dunia (Kode Internasional).

“Edukasi di semua sektor juga tidak kalah penting agar semua pihak memiliki kemauan, memahami pentingnya menyusui dan mampu untuk memberikan dukungan yang tepat serta positif bagi keberhasilan menyusui.” himbau Nia.

“Pada PMD 2022 kali ini, kita semua diajak untuk bisa sama-sama memberikan dukungan dan perhatian yang lebih lagi untuk menyusui," sambungnya.