News

Kereta Tergelincir di Iran, 22 Tewas dan 87 Luka-luka

Kereta awalnya menabrak sebuah ekskavator, dan membuat hampir separuh gerbong tergelincir.

Kereta Tergelincir di Iran, 22 Tewas dan 87 Luka-luka
Tim penyelamat bekerja di lokasi tergelincirnya kereta di dekat kota gurun Tabas di Iran timur, Rabu (8/6) (Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran via AP)

AKURAT.CO Kecelakaan sebuah kereta penumpang yang melintasi Iran Timur telah menyebabkan 22 tewas dan melukai 87 lainnya. 

Menurut AP News, kecelakaan terjadi pada Rabu (8/6) sebelum fajar, di mana kereta awalnya menabrak sebuah ekskavator, dan membuat hampir separuh gerbong tergelincir. Peristiwa tergelincirnya kereta berlangsung di dekat kota gurun Tabas. 

Kereta tersebut, yang dioperasikan oleh Kereta Api Republik Islam yang dikelola negara, membawa sekitar 350 orang. Menurut jadwal, kereta berangkat dari Tabas- 550 kilometer tenggara Teheran- ke kota Yazd. Rute itu dimulai saat kereta yang beroperasi semalaman dari kota suci Masyhad di Iran.

baca juga:

Pihak berwenang belum segera menjelaskan bagaimana kecelakaan bisa terjadi di semak belukar pedesaan dekat jembatan kereta api.

Laporan awal hanya menunjukkan kereta bertabrakan dengan ekskavator di dekat rel. Belum jelas  mengapa ekskavator berada di dekat rel kereta pada jam-jam malam. Seorang pejabat menyarankan bahwa ekskavator itu mungkin adalah bagian dari proyek perbaikan.

Pihak berwenang Iran telah menyerukan upaya penyelidikan. 

Kereta Tergelincir di Iran, 22 Tewas, 87 Luka-luka - Foto 1
 Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran via AP

Sementara, berdasarkan foto-foto pasca kecelakaan, tampaknya lokomotif kereta telah melewati sebuah ekskavator dan beberapa mobil. Namun, entah bagaimana, yang terjadi selanjutnya adalah kereta menabrak mesin pengeruk tersebut. Hal ini lantas menyebabkan gerbong tergelincir.

Seorang saksi mata menggambarkan para penumpang terpental keluar gerbong.

"Penumpang terpental di dalam mobil seperti bola di udara," kata seorang penumpang yang terluka yang tidak disebutkan namanya kepada televisi pemerintah Iran.

Pada Rabu malam, pihak berwenang memerintahkan penangkapan enam orang yang diduga berperan dalam penyebab kecelakaan. Namun, sejauh ini, petugas belum merilis informasi lain tentang asalan mengapa mereka dicurigai.

Bencana kereta api terburuk di Iran terjadi pada tahun 2004, ketika sebuah kereta api bermuatan bensin, pupuk, belerang, dan kapas jatuh di dekat kota bersejarah Neyshabur. Insiden mematikan ini menewaskan sekitar 320 orang, melukai 460 lainnya, dan merusak lima desa. 

Pada 2016, tabrakan kereta api di Iran utara menewaskan sedikitnya 43 orang dan melukai sekitar 100 orang.

Iran juga mencatat sekitar 17 ribu kematian tahunan di jalan raya. Ini menjadikannya sebagai negara dengan salah satu catatan keselamatan lalu lintas terburuk di dunia. 

Tingginya jumlah korban disinyalir akibat pengabaian luas terhadap undang-undang lalu lintas, kendaraan yang tidak aman, serta layanan darurat yang tidak memadai.

Iran, yang sudah tegang di bawah sanksi AS atas kesepakatan nuklirnya yang gagal, juga baru berkabung atas kematian 41 orang akibat gedung runtuh di kota Abadan Mei lalu.[]