Tech

Keren! Motor Terbang Mirip di Film Star Wars Bakal Dirilis di AS Tahun 2023

Keren! Motor Terbang Mirip di Film Star Wars Bakal Dirilis di AS Tahun 2023
Motor terbang Hoverbike Xturismo. (reuters.com)

AKURAT.CO Motor terbang pertama di dunia berhasil dikembangkan oleh startup asal Jepang AERWINS. Motor terbang yang diberi nama Hoverbike Xturismo tersebut telah dipasarkan di Jepang. 

Kabarnya, versi lebih kecil dari Hoverbike ini akan diluncurkan di Amerika Serikat pada tahun 2023, dengan perkiraan harga sekitar 777.000 dolar AS.

"Hoverbike sudah dijual di Jepang dan rencananya akan dijual versi yang lebih kecil di Amerika Serikat pada tahun 2023," kata Shuhei Komatsu, CEO AERWINS, dilansir dari laman Reuters, Minggu (25/9).

baca juga:

Mirip sepeda motor dalam film Star Wars, Hoverbike disebut-sebut bakal menjadi mobilitas kota di masa depan, dengan ditunjang oleh berbagai fitur canggih yang membuatnya diklaim menjadi kendaraan yang ideal.

Hoverbike dapat terbang selama 40 menit dengan kecepatan hingga 62 mil per jam atau 100 kph. Selain itu, motor ini dilengkapi juga dengan baling-baling besar, masing-masing di sisi kiri-kanan pada bagian depan dan belakang. Secara kasat mata, motor terbang ini terlihat seperti perpaduan antara drone besar dengan motor.

Sebelum diluncurkan tahun depan di Amerika Serikat (AS), Hoverbike Xturismo ink telah dipamerkan dalam acara Detroit Auto Show, yang berlangsung pada Kamis (15/9).

"Saya merasa seperti benar-benar berusia 15 tahun dan saya baru saja keluar dari 'Star Wars' dan melompat ke sepeda mereka," kata Thad Szott, penyelenggara Detroit Auto Show saat melakukan test drive Hoverbike.

"Maksudku, ini luar biasa! Tentu saja, kamu sedikit khawatir, tapi aku sangat bersemangat. Aku benar-benar merinding dan merasa seperti anak kecil," tambah Thad Szott.

AERWINS sendiri akan membanderol Hoverbike dengan harga 777.000 dolar AS atau sekitar Rp 11 miliaran. Meski begitu, perusahaan asal Jepang tersebut berharap bisa menurunkan harga motor terbang ini menjadi 50.000 dolar AS atau sekitar Rp750 juta untuk model listrik dengan ukuran yang lebih kecil pada tahun 2025 mendatang.

Di samping itu, awal bulan ini, perusahaan asal Jepang tersebut sedang mencoba mendaftarkan startupnya di bursa efek Nasdaq melalui merger dengan perusahaan akuisisi khusus yang bernilai 600 juta dolar AS.