Tech

Keren! Aplikasi Rumah Belajar Punya Fitur Laboratorium dan Perpustakaan Maya

Hasilnya sama seperti laboratorium riil


Keren! Aplikasi Rumah Belajar Punya Fitur Laboratorium dan Perpustakaan Maya
Fitur Laboratorium Maya di Aplikasi Rumah Belajar (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pandemi Corona membuat banyak aktivitas dialihkan dalam jaringan (daring), dari transaksi jual beli segala macam kebutuhan, hingga belajar, sangat mungkin dipindahkan platformnya dalam sebuah aplikasi. Seperti aplikasi Rumah Belajar milik Pusdatin Kemendikbudristek yang memiliki fitur layanan belajar yang keren abis, karena ada “Laboratorium Maya” dan “Pustaka Maya”.

Fitur Laboratorium Maya sangat menarik, karena ini adalah bentuk tiruan dari sebuah laboratorium riil yang digunakan dalam aktivitas pembelajaran ataupun penelitian secara ilmiah. Kedua fitur ini menjadi salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan semasa pembelajaran jarak jauh.

Pada Kamis, (29/7), kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama GNLD Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar webinar Digital Society bertema “Yuk Kenali Laboratorium dan Perpustakaan Maya: Cara Belajar Interaktif dan Menarik”, yang menghadirkan para guru dan pakar, untuk memperkenalkan firur keren ini kepada para pendidik dan peserta didik yang butuh laboratorium digital.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, literasi digital merupakan kunci dan fondasi utama yang dimiliki semua orang. Demikian yang digarisbawahi Keynote Speech Semuel Pangerapan, B.Sc (Dirjen Aptika Kemkominfo) dan Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd (Direktur Sekolah Dasar Kemdikbudristek).

“Sekarang maupun pasca pandemi, akan mempercepat proses digitalisasi di berbagai lini kehidupan kita. Maka dari itu, kita harus mempersiapkan SDM kita dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini,” kata Semuel.

Sri Wahyuningsih melanjutkan bahwa kompetensi pengajar sangat dibutuhkan, sebagai konsekuensi pembelajaran jarak jauh yang sudah setahun lebih ini diterapkan.

“Pada kondisi ini, perlu dukungan kompetensi guru, orangtua serta tenaga didik lainnya yang mumpuni dalam menyiapkan strategi belajar yang dapat membangkitkan kreativitas dan inovasi anak-anak (didik) kita,” katanya.

Lalu bagaimana proses pembelajaran menggunakan Laboratorium Maya dan apa saja kemudahan yang ditawarkan serta tantangannya? Ainun Najib Alfatih, M.Ed (Guru IPA Sekolah Lentera Kasih Makassar) menjelaskan bahwa laboratorium maya dapat membantu visualisasi dan demonstrasi konsep, petunjuk dan pengaturan yang mudah dipahami dan juga materi dasar serta latihan-latihan soal sudah tersedia di dalamnya.

Apalagi, eksperimen sains merupakan aktivitas yang menarik perhatian siswa untuk dapat lebih mendalami pemahaman fenomena sains yang abstrak. Kini, dengan Laboratorium Maya, itu bisa kamu akses dan mencobanya dengan mudah.

Laboratorium, jelas sangat penting, secara khusus dalam pembelajaran IPA. Dr. Khaeruddin, M.Pd. (Ketua Prodi. Pendidikan Fisika Universitas Makassar) menunjukkan beberapa riset yang membuktikan tingkat keefektifan Laboratorium Maya yang lebih baik daripada laboratorium riil. Ia melakukan uji coba perbandingan antara laboratorium riil dan Laboratorium Maya pada hukum Archimedes, dan itu menghasilkan nilai perbandingan yang serupa. “Ini artinya, tingkat keakuratan laboratorium maya itu sama dengan kalau siswa itu menggunakan laboratorium riil,” jelas dia.

Apalagi, konsep dan tampilan grafis pada aplikasi ini sangat menarik, sehingga sangat mempengaruhi minat siswa untuk mulai menggunakannya.[]