Rahmah

Keraton Kacirebonan, Keraton Termuda yang Menyimpan Sejarah Peperangan

Keraton Kacirebonan merupakan keraton termuda dari beberapa keraton yang ada di Kota Cirebon.


Keraton Kacirebonan, Keraton Termuda yang Menyimpan Sejarah Peperangan
Keraton Kacirebonan (Wikipedia)

AKURAT.CO Sebagai Kota Para Wali, keberadaan Kota Cirebon tentu tak luput dari peran para wali dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Cirebon dikenal memiliki peninggalan sejarah yang hingga kini masih terjaga dengan baik. Salah satunya adalah keraton. Keraton adalah tempat seorang penguasa memerintah atau tempat tinggalnya.

Menurut beberapa keterangan, salah satu yang dikenal sebagai keraton termuda adalah Keraton Kacirebonan. Keraton Kacirebonan didirikan atas prakarsa Pangeran Muhammad Haeruddhin. Beliau merupakan Putra Mahkota Sultan Kanoman ke-IV yang bertugas melakukan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda.

Adapun sejarah berdirinya Keraton Kacirebonan dilatarbelakangi oleh penggantian Sultan Anom IV atau Sultan Anom Muhamad Khaerudin yang wafat pada tahun 1802. Jika melihat silsilah, pergantian tersebut secara adat digantikan oleh anak atau bisa juga kepada anak paling tua. Namun karena Sultan Anom IV mempunyai anak laki-laki yang kembar, sehingga Gubernur Daendels menentukan bahwa kedua anak kembar tersebut mendapat gelar sultan. Kemudian Pangeran Raja Kanoman atau salah satu dari anak kembar itu ditetapkan sebagai Sultan Kacirebonan sampai akhir hidupnya.

Akan tetapi, keturunan dari Sultan Kacirebonan ini tidak dapat meneruskan derajat sebagai seorang sultan, artinya hanya pada gelar Pangeran. Oleh karena itu, Pengeran Raja Pribadi atau Sultan Sepanjeneng yang diangkat sebagai pegawai pemerintah kolonial Belanda.

Sehingga Pangeran Abusaleh Imaduddin atau putera Sultan Anom IV yang satu lagi, diputuskan untuk menjadi Sultan Anom V oleh Daendlds. Kemudian sampai kepada keturunannya dapat memakai gelar Sultan. 

Pada area keraton terdapat Paseban, Langgar, Gedung Ijo, Prabayaksa, Pringgowati, alun-alun yang dulu digunakan sebagai arena latihan perang-perangan bagi para santri yang berasal dari masyarakat Kacirebonan sendiri. 

Selain itu, terdapat ruang Pinangeran yang berfungsi untuk tempat tinggal kerabat sultan. Kemudian, Dapur Gede yang digunakan sebagai tempat memasak khusus pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Istana Kepatihan, serta beberapa bangunan lain.

Keraton Kacirebonan terletak di jalan Pulasaren no 49, Kecamatan Pekalipan, Cirebon. Sampai sekarang bangunan ini masih terjaga dan ditetapkan sebagai cagar budaya. Saat ini, Keraton Kacirebonan dipimpin oleh Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat.[]