News

Keras! Rizal Ramli Minta OJK Stop Transaksi Saham Sentul City

Rizal Ramli mengatakan Sentul City telah kehilangan akuntabilitas, transparansi dan tata-kelola, serta melanggar prinsip-prinsip pasar modal


Keras! Rizal Ramli Minta OJK Stop Transaksi Saham Sentul City
Ekonom senior Rizal Ramli (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Tokoh nasional Rizal Ramli menyoroti konflik kekerasan dan dugaan pelanggaran praktik bisnis oleh Sentul City. Rizal meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan perdagangan saham PT Sentul City Tbk.

"Kami merasa perlu untuk menyerukan kepada OJK untuk segera menghentikan perdagangan dan melakukan audit investigasi terhadap saham Sentul City dan anak perusahaannya di pasar modal. Kami menuntut pasar modal untuk menghentikan seluruh transaksi saham PT Sentul City Tbk," kata Rizal di kantor Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Jakarta, Rabu (22/9/2021).  

Rizal mengatakan prinsip-prinsip utama pasar modal di seluruh dunia nyaris sama yakni tranparansi, akuntabilitas dan tata kelola atau governance. Disamping itu, di banyak bursa, prinsip-prinsip hak asasi manusia dijadikan indikator penting bagi sebuah perusahaan melantai di pasar modal.

"Sentul City telah kehilangan akuntabilitas, transparansi dan tata-kelola, serta melanggar prinsip-prinsip pasar modal. Sentul City telah melakukan pelanggaran HAM dengan menggusur paksa tanah rakyat," kata Rizal yang pernah menjadi penasehat Fraksi ABRI DPR RI dan terlibat dalam pembahasan undang-undang pasar modal. 

Sentul City dan anak perusahaannya, ungkap Rizal, menggunakan preman untuk mengintimidasi rakyat agar bersedia melepas tanah dengan harga yang tidak wajar, yakni Rp30.000 hingga Rp50.000 per meter.

Rizal mencontohkan, pesantren dan tanah rakyat di Desa Cijayanti dan Bojong Koneng diambil paksa preman-preman di bawah Sentul City melalui anak perusahannya, PT Dayu Bahtera Kurnia.

"Menurut warga, para preman itu melakukan pemagaran secara paksa tanpa adanya surat-menyurat terhadap tanah mereka. Termasuk Pasantren Tahfidzul Qur'an dipagari paksa dengan kawat berduri," tutur Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Selain berkaitan dengan isu HAM, Rizal mengungkapkan pelanggaran praktik bisnis yang dilakukan Sentul City menjadi alasan untuk menghentikan perdagangan saham PT Sentul City Tbk.

Menurut mantan penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa ini, banyak pengaduan dari perusahaan atau perseorangan yang membeli properti dari Sentul City merasa ditipu karena sertifikat tidak kunjung diberikan.