Rahmah

Kerap Mendapat Kritik dari Murid-muridnya, Begini Respon Cemerlang Abu Nawas

Diketahui Abu Nawas merupakan seorang guru ngaji yang memiliki jumlah santri yang terus bertambah setiap harinya.


Kerap Mendapat Kritik dari Murid-muridnya, Begini Respon Cemerlang Abu Nawas
Ilustrasi Abu Nawas (Jateng.tribunnews)

AKURAT.CO Bukan hanya dikenal karena kecerdikannya, namun Abu Nawas diketahui merupakan seorang guru ngaji di rumahnya. Setiap harinya, santri-santri Abu Nawas terus bertambah.

Meski demikian, tidak semua santri Abu Nawas merasa berkenan dengan metode pengajaran yang dilakukan gurunya itu. Diantara dari para santrinya tersebut mempunyai sikap kritis terhadap konsep spiritual Abu Nawas yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Ketika kritik itu sampai di telinga Abu Nawas, ia merasa sedikit terkejut dengan prilaku para santrinya itu. Akan tetapi Abu Nawas justru menanggapinya dengan lelucon saja. Ia malah tertawa terbahak-bahak dan para santrinya ikut tertawa riang bersama sang guru.

Akan tetapi, tertawaan itu tidak berlangsung lama. Setelah itu Abu Nawas terlihat terdiam. Suasanapun  menjadi hening. Abu Nawas menarik nafas dalam-dalam. Kemudian dengan hati-hati, ia menceritakan kisah seorang pelajar yang bertanya kepada penjual buku, 

"Tidak ada buku anatomi yang lebih baru lagi tuan? Buku-buku yang ada di sini sudah berumur 10 tahun atau bahkan lebih!" protes pelajar itu. 

"Wahai anak muda,  tidak ada penambahan tulang apapun dalam tubuh manusia selama 10 tahun terakhir ini," jelas sang penjual buku.

"Demikian juga seperti," sambung Abu Nawas, kemudian melanjutkan "tidak ada penambahan apapun dalam kodrat manusia selama 10.000 tahun terakhir ini,".

Para santri yang berbeda di ruangan itu hanya bisa terdiam ketika sang guru bercerita. Abu Nawas lalu menatap tajam santrinya saat menutup cerita tentang penjual buku dan seorang pelajar itu. 

Selain itu, ada hal lain yang membuat santri-santri Abu Nawas merasa kurang nyaman belajar bersama Abu Nawas. Mereka menganggap gurunya itu tidak bisa membedakan mana forum belajar dengan forum bersantai.

Kadangkala, pada saat pelajaran sudah dimulai, Abu Nawas selalu menyisipkan lelucon khasnya itu. Akan tetapi, hal itu rupanya membuat para santrinya itu merasa sedikit terganggu.  

Hingga pada suatu hari, saat sedang duduk bersama sesuai pengajian, ada seorang santri yang keceplosan bilang kalau gurunya itu seperti badut. Namun santri yang lain menyanggah dan berkata,

"Kamu salah tangkap. Seorang badut akan membuat kamu menertawainya, seorang guru membuat kamu menertawai diri sendiri," lanjutnya. 

Abu Nawas sebenarnya mendengar dialog para santrinya itu. Namun seperti biasa, ia hanya menanggapinya dengan senyuman. Karena ia merasa tidak terganggu sama sekali dengan protes tersebut.

"Apakah sesuatu menjadi sungguh-sungguh benar, jika tidak ada seorang pun yang menertawakannya?," kata Abu Nawas sambil tersenyum.

Begitulah Abu Nawas. Selalu bersikap kocak dan kadang juga ngawur. Kalau bukan begitu, ya, bukan Abu Nawas namanya.[]