News

Kerap Lecehkan Karyawan Perempuan, Pejabat China Ini Dihajar Anak Buahnya Pakai Pel

Beredar video seorang wanita China yang menyerang atasannya dengan kain pel sambil menuduhnya melakukan pelecehan seksual.


Kerap Lecehkan Karyawan Perempuan, Pejabat China Ini Dihajar Anak Buahnya Pakai Pel
Wakil direktur departemen pengentasan kemiskinan distrik Beilin, provinsi Heilongjiang, dipukul pakai kain pel oleh anak buahnya

AKURAT.CO, Seorang pejabat pemerintah di timur laut China dipecat setelah beredar video seorang wanita yang menyerangnya dengan kain pel sambil menuduhnya melakukan pelecehan seksual.

Dilansir dari South China Morning Post, dalam video berdurasi 14 menit itu, Wang, wakil direktur departemen pengentasan kemiskinan distrik Beilin, provinsi Heilongjiang, diserang oleh bawahannya yang bermarga Zhou. Zhou melemparkan barang-barang ke meja Wang, lalu mengambil pel dan menyerang pria tersebut.

Saat Zhou memukuli dan memaki Wang, pria itu berdalih hanya bercanda. Sontak jawabannya menuai amukan Zhou yang kemudian dikatakan otoritas memiliki penyakit mental. Wang lantas duduk di kursinya, sambil sesekali menyeka air di wajahnya.

Dalam video tersebut, Zhou juga terlihat menelepon dan mengklaim atasannya telah mengirim pesan yang melecehkan ke sejumlah wanita di kantor.

"Bagaimana bisa ini hanya bercanda? Ini menunjukkan kalau Anda punya kepribadian yang buruk. Pernahkan Anda memikirkan konsekuensinya untuk kantor Anda?" ujar seorang wanita lainnya yang tak terlihat di video.

Video itu lantas viral selama akhir pekan. Banyak warganet memuji aksi wanita tersebut karena berjuang untuk melindungi dirinya dan rekan-rekan kerjanya.

"Saat wanita dilecehkan di tempat kerja, mereka harus bersikap tegas," tulis salah satu pengguna Weibo.

"Pria itu bahkan tak melawan. Artinya, ia tak bisa membantah faktanya," tambah warganet lainnya.

Menurut Kantor Berita Xinhua, komisi distrik Beilin untuk inspeksi disiplin telah mencopot Wang dari kantor dan posisi partainya karena 'pelanggaran kedisiplinan gaya hidup'. Sementara itu, Zhou tidak akan dihukum.

Menurut peraturan kedisiplinan Partai Komunis China, saat seseorang melakukan hubungan seksual yang tidak pantas dengan orang lain, ia dapat diberi peringatan, dicopot dari jabatannya, atau dijatuhi hukuman percobaan.

Gerakan #MeToo di China dimulai pada 2018. Awalnya, gerakan ini terkait dengan dugaan historis tentang kekerasan dan pelecehan seksual. Lambat laun, wanita lebih berani berbicara menentang perilaku yang tidak pantas dan mengajukan gugatan resmi, alih-alih diam seperti dulu. []