News

Keputusan Terbaru, Dishub DKI Buka Dua Terminal Saat Periode Larangan Mudik

Dua terminal tersebut yakni terminal Pulogebang Jakarta Timur dan terminal Kalideres Jakarta Barat


Keputusan Terbaru, Dishub DKI Buka Dua Terminal Saat Periode Larangan Mudik
Ratusan pemudik saat turun dari kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (9/6/2019). PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero memprediksi puncak arus balik pemudik Lebaran dengan kereta api ke Jakarta akan terjadi pada hari ini hingga minggu depan mendatang. Diprediksi sekitar 20 ribu-an pemudik akan turun dari stasiun pasar Senen dari berbagai daerah di kawasan Jawa. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan memastikan hanya membuka dua terminal saja yakni terminal Pulogebang Jakarta Timur dan terminal Kalideres Jakarta Barat pada periode larangan mudik lebaran yang mulai berlaku pada 5 hingga 17 Mei 2021.

Sebelumnya dari empat terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang ada di Jakarta, rencananya hanya dibuka di Pulogebang saja. Namun dengan berbagai pertimbangan rencana itu diubah kembali.

"Itu baru terakhir kemarin itu hasil koordinasi dengan rekan-rekan di Kemenhub, saya usulkan hanya satu terminal (yang buka) yaitu Pulogebang . Dari Pak Menteri karena ada pergerakan ke barat, jadi diminta satu lagi di wilayah barat, salah satu yang strategis itu Terminal Kalideres," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo ketika dikonfirmasi Sabtu (1/5/2021).

Pada masa larangan mudik ini, seluruh warga Jakarta diminta untuk tidak pulang dan merayakan momen lebaran di kampung halaman untuk menekan risiko penularan Covid-19. Tetapi jika ada kondisi yang mendesak seperti kedukaan atau persalinan, maka diizinkan balik ke kampung halaman pada periode tersebut.

Syaratnya, warga yang hendak mudik untuk urusan mendesak itu harus mengurus Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sebagai syarat utama melakukan perjalanan ke luar kota. Dokumen itu bisa diurus di situs resmi DKI Jakarta corona.jakarta.go.id atau lewat aplikasi Jakarta Kini (Jaki). 

Semua dokumen perjalan itu bakal diperiksa secara ketat di terminal keberangkatan. Semua penumpang yang berangkat juga diperintahkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama perjalanan.

"Jadi kan kita di terminal menerapkan Prokes dengan ketat. Nah sehingga orang yang akan berangkat dari terminal dikontrol dengan ketat oleh petugas," tegas Syafrin.[]