Olahraga

Keputusan Direktur Balapan untuk Hukum Quartararo Dianggap Tidak Konsisten

Pebalap asal Prancis itu harus menjalani hukuman Long Lap Penalty (LLP) pada seri selanjutnya di MotoGP Inggris.


Keputusan Direktur Balapan untuk Hukum Quartararo Dianggap Tidak Konsisten
Pebalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro saat terlibat insiden dengan Fabio Quartararo di putaran pertama MotoGP Belanda 2022 yang berlangsung di Sirkuit Assen, Minggu (26/6) (TWITTER/@GarethHarford)

AKURAT.CO, Direktur tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli menilai keputusan direktur balapan MotoGP untuk menghukum Fabio Quartararo atas insiden di Sirkuit Assen yang melibatkan Aleix Espargaro, tidak hanya keras, tapi juga tidak konsisten.

Juara bertahan asal Prancis itu harus menjalani hukuman Long Lap Penalty (LLP) pada seri selanjutnya di MotoGP Inggris setelah Stewards FIM menganggap Quartararo terlalu ‘ambisius’ dan tidak dalam posisi untuk melakukan overtake.

“Panelis stewards FIM MotoGP menganggap Quartararo terlalu ambisius dalam mencoba menyalip Espargaro,” bunyi pernyataan Stewards FIM.

baca juga:

“Dia tidak dalam posisi untuk menyelesaikan gerakan dengan sukses dan kemudian terjatuh, menyebabkan kontak dengan Espargaro dan memaksanya melebar.”

Insiden tersebut membuat Espargaro tercecer dari posisi dua ke-15, sebelum mampu bangkit untuk finis di posisi empat. Sedangkan Quartararo melakukan remounting di posisi terakhir, kemudian melakukan pit stop sebelum akhirnya jatuh untuk kedua kalinya.

Mengomentari insiden tersebut, Meregalli merasa itu harusnya menjadi akhir dari masalah Quartararo dan Espargaro di mana pebalapnya tersebut tidak seharusnya mendapat penalti.

Pernyataan Meregalli bukan tanpa alasan, dia menyoroti tidak adanya penalti yang dijatuhkan pada Takaaki Nakagami karena memicu kecelakaan beruntun termasuk patahnya pergelangan tangan Alex Rins di Barcelona.

“Ini adalah hasil yang tidak kami harapkan. Untungnya tidak ada pebalap yang cedera dalam kecelakaan tersebut. Kami memulai balapan dengan harapan dapat menampilkan performa yang baik,” jelas Meregalli dikutip laman resmi Yamaha.

“Kami melihat kecelakaan pertama Fabio sebagai insiden balapan dan merasa bahwa keputusan Direktur Balapan untuk memberinya sanksi untuk balapan berikutnya tidak hanya keras, tetapi juga tidak konsisten dengan balapan.”

“Insiden yang telah kita lihat di GP sebelumnya dibiarkan tanpa hukuman. Kami akan menggunakan waktu libur ini untuk mencerna seri ini dan kembali siap bertarung di Silverstone dalam waktu satu bulan.”

Setelah menyelesaikan 10 balapan MotoGP sebelumnya dengan cukup sempurna di musim ini, juara bertahan Fabio Quartararo harus dua kali terjatuh dalam waktu 10 putaran dramatis di Sirkuit Assen, Belanda, Minggu (26/6) kemarin.

Menutup pertengahan musim MotoGP 2022, Quartararo dan Espargaro saat ini hanya dipisahkan oleh 21 poin di papan klasemen kejuaraan dunia pebalap.[]